Diskannak OKU Timur Gencarkan Pencegahan Penyakit Hewan Saat Pancaroba untuk Jaga Kesehatan Ternak

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) OKU Timur aktif melakukan pencegahan penyakit hewan, khususnya saat musim pancaroba, guna melindungi ribuan ternak dari berbagai ancaman penyakit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Diskannak OKU Timur Gencarkan Pencegahan Penyakit Hewan Saat Pancaroba untuk Jaga Kesehatan Ternak
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) OKU Timur aktif melakukan pencegahan penyakit hewan, khususnya saat musim pancaroba, guna melindungi ribuan ternak dari berbagai ancaman penyakit. (AntaraNews)

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, mengambil langkah proaktif dalam mencegah penyebaran penyakit pada hewan ternak. Upaya ini difokuskan terutama saat memasuki periode pancaroba, di mana hewan ternak lebih rentan terhadap berbagai infeksi.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Diskannak OKU Timur, Untung Sutoyo, menjelaskan bahwa peralihan musim dari penghujan ke kemarau menjadi fase kritis. Pada masa ini, hewan ternak seringkali mudah terserang penyakit yang dapat mengancam populasi dan produktivitas.

Berbagai program pencegahan telah digulirkan, meliputi pembagian obat-obatan, vitamin, hingga vaksinasi gratis kepada hewan ternak. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh hewan dan meminimalkan risiko penularan penyakit di wilayah OKU Timur.

Perubahan iklim yang ekstrem selama musim pancaroba membawa risiko kesehatan serius bagi hewan ternak. Untung Sutoyo dari Diskannak OKU Timur mengidentifikasi beberapa penyakit spesifik yang sering muncul pada periode ini. Pemahaman terhadap jenis penyakit ini krusial untuk melakukan pencegahan yang tepat.

Saat musim hujan, hewan ternak umumnya rentan terhadap penyakit seperti diare, kembung, dan scabies atau kudis yang menyerang kulit. Kondisi lembap dan dingin seringkali mempercepat penyebaran infeksi ini. Oleh karena itu, peternak diimbau untuk lebih waspada selama periode ini.

Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, ancaman penyakit bergeser ke jenis lain yang tak kalah berbahaya. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, Lumpy Skin Disease (LSD), infeksi parasit (cacingan), dan infeksi saluran pernapasan menjadi momok utama. Kondisi kering dan debu dapat memperburuk kondisi pernapasan hewan.

Dalam menghadapi potensi wabah penyakit, Diskannak OKU Timur telah menyusun strategi pencegahan komprehensif. Salah satu langkah utama adalah distribusi obat-obatan dan vitamin secara gratis kepada para peternak. Pemberian ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan hewan ternak secara menyeluruh.

"Pemberian obat-obatan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan mencegah penyebaran wabah penyakit," kata Untung Sutoyo. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melindungi aset peternakan masyarakat.

Selain itu, program vaksinasi massal juga menjadi prioritas penting dalam pencegahan penyakit hewan di OKU Timur. Hewan ternak seperti sapi dan domba mendapatkan suntikan vaksin untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka terhadap berbagai virus. Langkah ini terbukti efektif dalam menekan angka kasus penyakit.

Sejak Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 5.000 ekor hewan ternak milik masyarakat telah menerima suntikan vaksin PMK gratis. Program vaksinasi ini merupakan upaya konkret untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku yang sangat menular dan merugikan.

Keberhasilan program pencegahan penyakit hewan tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat. Diskannak OKU Timur mengimbau para peternak untuk selalu memperhatikan kesehatan hewan peliharaan mereka. Kewaspadaan dini terhadap gejala penyakit dapat mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kebersihan kandang dan lingkungan sekitar ternak menjadi faktor krusial dalam pencegahan penyakit. Lingkungan yang kotor dapat menjadi sarang bakteri dan virus yang membahayakan. Oleh karena itu, menjaga sanitasi kandang secara rutin sangat dianjurkan.

Selain kebersihan, kualitas pakan yang diberikan kepada hewan ternak juga memegang peranan vital. Memastikan hewan mendapatkan pakan yang sehat dan bergizi adalah investasi untuk daya tahan tubuh mereka. Pakan yang tidak baik dapat melemahkan imunitas dan memicu berbagai penyakit.

Untung Sutoyo menegaskan bahwa pemberian pakan yang tidak higienis dan kebersihan kandang yang terabaikan dapat memicu munculnya berbagai penyakit. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat peternak menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan hewan ternak di OKU Timur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi