Diskannak Pastikan Stok Hewan Kurban OKU Timur Melimpah Jelang Idul Adha 2026
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) OKU Timur menjamin Stok Hewan Kurban OKU Timur mencukupi kebutuhan Idul Adha 2026, bahkan surplus. Kewaspadaan terhadap penyakit menular tetap menjadi prioritas utama.
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur telah memastikan ketersediaan hewan kurban. Stok ini diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Kepastian ini disampaikan guna memberikan ketenangan bagi warga yang akan melaksanakan ibadah kurban.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Diskannak OKU Timur, Untung Sutoyo, menyatakan bahwa total ketersediaan hewan kurban di wilayah tersebut mencapai 27.428 ekor. Angka ini jauh melampaui estimasi kebutuhan lokal, menunjukkan surplus yang signifikan. Data ini menjadi pijakan utama dalam perencanaan distribusi dan pengawasan hewan kurban.
Meskipun stok melimpah, Diskannak OKU Timur tetap mengimbau para pedagang untuk waspada terhadap potensi penyakit menular pada hewan. Langkah antisipasi ini diambil untuk menjamin kesehatan dan kelayakan seluruh hewan kurban yang akan diperjualbelikan. Petugas akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan rutin.
Ketersediaan Hewan Kurban di OKU Timur Jauh Melebihi Kebutuhan
Untung Sutoyo menjelaskan bahwa ketersediaan Stok Hewan Kurban OKU Timur saat ini mencapai 27.428 ekor. Rinciannya meliputi 12.366 ekor sapi, 13.173 ekor kambing, 1.820 ekor domba, dan 69 ekor kerbau. Angka ini menunjukkan potensi besar OKU Timur dalam memenuhi pasokan hewan kurban.
Sementara itu, perkiraan kebutuhan hewan kurban di OKU Timur untuk Idul Adha 1447 Hijriah hanya sekitar 4.569 ekor. Kebutuhan ini terdiri dari 1.184 ekor sapi, 2.739 ekor kambing, 643 ekor domba, dan tiga ekor kerbau. Dengan perbandingan ini, OKU Timur memiliki surplus hewan kurban yang substansial.
Surplus ketersediaan ini bahkan memungkinkan OKU Timur untuk membantu memenuhi kebutuhan hewan kurban bagi daerah lainnya di Sumatera Selatan. Hal ini menunjukkan peran strategis OKU Timur sebagai salah satu sentra peternakan di provinsi tersebut. Kesiapan pasokan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumsel.
Diskannak Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban
Meskipun Stok Hewan Kurban OKU Timur melimpah, Untung Sutoyo menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular. Beberapa penyakit yang diwaspadai antara lain penyakit mulut dan kuku (PMK), jembrana, serta wabah lumpy skin disease (LSD). Pencegahan dini menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan ternak.
Pedagang diimbau untuk lebih teliti dalam memilih hewan dari peternakan sebelum menjualnya kepada masyarakat. Pemilihan hewan yang sehat dan bebas penyakit adalah tanggung jawab bersama. Hal ini untuk memastikan bahwa hewan kurban yang disalurkan benar-benar layak dan aman dikonsumsi.
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, Diskannak OKU Timur akan menerjunkan petugas ke sejumlah lapak pedagang menjelang Idul Adha. Petugas akan melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan seluruh hewan kurban yang dijual bebas dari penyakit. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mencegah risiko penularan penyakit.
Sumber: AntaraNews