DKPP Bantul: 80 Persen Pasokan Hewan Kurban Didatangkan dari Luar Daerah
Menjelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengungkapkan 80 persen pasokan hewan kurban didatangkan dari luar daerah. Simak upaya Bantul memenuhi kebutuhan hewan kurban dan menjamin kesehatannya.
Menjelang perayaan Idul Adha tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengungkapkan bahwa sebagian besar kebutuhan hewan kurban di wilayahnya akan dipenuhi dari luar daerah. Sekitar 80 hingga 85 persen pasokan hewan kurban didatangkan untuk mencukupi estimasi kebutuhan yang meningkat.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan bahwa populasi hewan kurban di Bantul tidak cukup besar untuk memenuhi seluruh permintaan masyarakat. Oleh karena itu, mendatangkan hewan dari luar daerah menjadi strategi utama untuk memastikan ketersediaan yang memadai bagi warga Bantul.
Diperkirakan kebutuhan hewan kurban tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, dengan proyeksi sekitar 16.000 ekor domba dan 6.000 ekor sapi. Angka ini menunjukkan tingginya permintaan yang harus diantisipasi dengan matang oleh pihak berwenang.
Ketergantungan Pasokan Hewan Kurban dari Luar Daerah
Ketergantungan Kabupaten Bantul terhadap pasokan hewan kurban dari luar daerah mencapai angka yang signifikan, yakni sekitar 80 hingga 85 persen. Kondisi ini disebabkan oleh kapasitas populasi hewan ternak lokal yang belum mampu menutupi seluruh kebutuhan masyarakat, terutama saat momen Idul Adha.
Hewan-hewan kurban ini didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia. Untuk sapi, pasokan umumnya berasal dari Madura dan Bali, sementara domba dapat didatangkan dari daerah yang lebih jauh seperti Sumatera dan Lampung. Proses pengiriman ini memerlukan koordinasi yang cermat untuk memastikan hewan tiba dalam kondisi baik dan sehat.
Meskipun demikian, DKPP Bantul telah memperkirakan kebutuhan hewan kurban tahun ini akan stabil. Proyeksi kebutuhan mencapai sekitar 16.000 ekor domba dan 6.000 ekor sapi, angka yang konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa perencanaan pasokan telah dilakukan dengan mempertimbangkan tren permintaan.
Pengawasan Ketat Menjamin Kesehatan Hewan Kurban
Mengingat mayoritas hewan kurban didatangkan dari luar daerah, DKPP Bantul secara intensif meningkatkan pengawasan terhadap transportasi hewan ternak. Langkah ini krusial untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama yang bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia.
Salah satu fokus utama pengawasan adalah pengecekan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) pada setiap penjual ternak. SKKH menjadi jaminan bahwa hewan yang diperjualbelikan telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan sehat serta layak untuk dikurbankan. Penyakit-penyakit yang menjadi perhatian utama antara lain Antraks, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta Lumpy Skin Disease (LSD). Pencegahan penyebaran penyakit ini sangat penting tidak hanya untuk kesehatan hewan tetapi juga untuk keamanan pangan masyarakat.
Joko Waluyo menekankan pentingnya proses pengecekan ini untuk mengantisipasi potensi bibit penyakit yang mungkin dibawa oleh ternak dari luar daerah. Setiap hewan yang tiba di Bantul akan melalui serangkaian pemeriksaan oleh petugas sebelum SKKH diterbitkan, memastikan keamanannya. Proses penerbitan SKKH melibatkan pemeriksaan fisik hewan, riwayat kesehatan, serta asal-usul ternak. Petugas kesehatan hewan dari DKPP Bantul akan melakukan inspeksi menyeluruh di titik-titik masuk dan pasar hewan.
Antisipasi Kebutuhan dan Keamanan Pasokan
Selain kebutuhan menjelang Idul Adha, Kabupaten Bantul juga memiliki permintaan kambing yang relatif besar untuk kebutuhan harian, mencapai sekitar 800 ekor per hari di luar musim kurban. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pasokan ternak merupakan perhatian berkelanjutan bagi DKPP Bantul.
Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat, Kepala DKPP Bantul berharap ketersediaan hewan kurban ke depan akan aman dan tidak mengalami kendala. Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban.
Kesiapan DKPP Bantul dalam mengelola pasokan dan kesehatan hewan kurban menjadi kunci utama untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Idul Adha. Kolaborasi dengan peternak dan pihak terkait terus diperkuat demi keberhasilan penyediaan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat.
Sumber: AntaraNews