Pemkot Bogor Pastikan Trase Baru Batutulis Terintegrasi dengan Museum Pajajaran dan Kawasan Sejarah
Pembangunan Trase Baru Batutulis di Kota Bogor akan terintegrasi dengan Museum Pajajaran, Leuweung Batutulis, dan Stasiun Batutulis, menciptakan kawasan strategis yang indah dan fungsional.
Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengumumkan rencana ambisius untuk mengintegrasikan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis dengan berbagai fasilitas vital. Integrasi ini mencakup Museum Pajajaran, Leuweung Batutulis, taman kota, hingga Stasiun Batutulis, membentuk satu kesatuan kawasan strategis yang kohesif. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya penataan menyeluruh di Kecamatan Bogor Selatan.
Kawasan Batutulis nantinya akan memiliki fungsi yang saling terhubung, mengoptimalkan sinergi antara fasilitas transportasi modern, ruang terbuka hijau, area bersejarah, dan sarana publik lainnya. Dedie A. Rachim menyatakan bahwa lokasi ini akan menjadi sangat strategis dan indah dengan kehadiran museum, leuweung, trase baru, taman, serta Stasiun Batutulis. Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan konektivitas bagi seluruh masyarakat Kota Bogor.
Proyek pembangunan Trase Baru Batutulis Jalan Saleh Danasasmita sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah dimulai sejak 12 Mei 2026. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp21,2 miliar, proyek vital ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu 163 hari kalender. Pembangunan ini bertujuan menggantikan ruas jalan yang sebelumnya terdampak pergerakan tanah, sekaligus mendukung akses penting menuju lokasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Integrasi Komprehensif Kawasan Batutulis untuk Masa Depan
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan bahwa setelah pembangunan trase baru dan Leuweung Batutulis rampung, kawasan ini akan berfungsi sebagai satu kesatuan yang terintegrasi penuh. Konsep ini selaras dengan visi Gubernur Jawa Barat, yang menekankan pentingnya keterhubungan fungsional antar elemen pembangunan. Integrasi ini diharapkan menciptakan sinergi kuat antara aspek sejarah, pelestarian lingkungan, dan infrastruktur perkotaan modern.
Kawasan Batutulis diproyeksikan menjadi pusat aktivitas yang dinamis dengan beragam fasilitas saling melengkapi. Kehadiran Museum Pajajaran akan memperkaya nilai edukasi dan sejarah, menawarkan wawasan mendalam tentang masa lalu kerajaan Sunda. Sementara itu, Leuweung Batutulis dan taman kota akan menyediakan ruang terbuka hijau yang vital untuk rekreasi dan konservasi, meningkatkan kualitas hidup warga.
Stasiun Batutulis juga akan memainkan peran krusial dalam mempermudah aksesibilitas, baik bagi penduduk lokal maupun wisatawan yang ingin menjelajahi kekayaan budaya dan alam Bogor. Pemerintah Kota Bogor tidak hanya fokus pada fungsionalitas, tetapi juga pada aspek estetika kawasan. Harmonisasi antara proyek trase baru oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan proyek Leuweung Batutulis oleh pemerintah kota menjadi prioritas utama, guna menciptakan tampilan visual yang menarik dan terpadu.
Progres Pembangunan dan Tantangan Teknis Trase Baru
Dedie A. Rachim mengungkapkan bahwa progres pembangunan Trase Baru Batutulis saat ini telah melampaui target yang ditetapkan, menunjukkan efisiensi dalam pelaksanaannya. "Pengerjaan sudah lebih cepat 4 persen dari target. Alhamdulillah, ini juga patut disyukuri. Mungkin karena curah hujan agak berkurang sehingga kondisi cuaca cukup kondusif," ujarnya, mengapresiasi kondisi cuaca yang mendukung. Percepatan ini menjadi indikator positif bagi penyelesaian proyek sesuai jadwal.
Pemerintah Kota Bogor juga menyoroti pentingnya evaluasi mendalam terhadap kondisi ujung trase baru yang akan terhubung dengan kawasan Leuweung Batutulis. Dedie A. Rachim secara proaktif mengusulkan pembebasan sejumlah bidang lahan milik warga di area tersebut. Tujuannya adalah memastikan lebar jalan tetap memadai dan memenuhi standar aspek keselamatan pengguna jalan, serta menghindari penyempitan yang dapat membahayakan di ujung jalur.
Untuk merealisasikan rencana pembebasan lahan, Wali Kota Bogor telah menginstruksikan jajaran kecamatan, kelurahan, dan Dinas PUPR Kota Bogor untuk segera menghitung kebutuhan lahan yang diperlukan secara akurat. Proyek senilai Rp21,2 miliar ini dikerjakan oleh PT Promix Prima Karya dan diharapkan selesai dalam 163 hari kalender. Jalur baru ini sangat krusial untuk menggantikan ruas Jalan Saleh Danasasmita yang sebelumnya terdampak pergerakan tanah, sekaligus secara signifikan meningkatkan konektivitas di kawasan Batutulis.
Sumber: AntaraNews