Pemerintah Serahkan Rumah Subsidi untuk Wartawan, Siapkan Kuota Hingga 3.000 Unit
Banyak wartawan yang telah bekerja bertahun-tahun namun belum memiliki hunian yang layak.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Viada Hafid, menyatakan dukungannya terhadap program penyediaan rumah subsidi bagi wartawan yang digagas oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Ia menilai, banyak wartawan yang telah bekerja bertahun-tahun namun belum memiliki hunian yang layak.
“Jumlah jurnalis Indonesia sekitar 100.000 orang, namun sekitar 70 persen di antaranya belum memiliki rumah yang layak. Maka, program ini perlu didukung penuh agar para wartawan di seluruh Indonesia dapat memiliki rumah subsidi,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Perumahan Gran Harmoni, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/5).
Pada kesempatan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Meutya Hafid menyerahkan kunci rumah subsidi secara simbolis kepada lima wartawan penerima. Selain itu, 78 wartawan lainnya juga telah menerima kunci rumah di lokasi yang sama. Seremoni ini turut dihadiri oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI).
Menurut Maruarar, atau yang akrab disapa Ara, program ini merupakan wujud kesetaraan bagi para jurnalis sebagai warga negara. Ia menegaskan bahwa wartawan berhak memiliki hunian yang layak dan berkualitas.
“Hari ini kami menyerahkan rumah subsidi kepada wartawan. Kami ingin para jurnalis juga bisa memiliki rumah yang dibangun oleh pengembang yang bertanggung jawab,” ujar Ara.
Ara juga mengapresiasi Meutya Hafid sebagai Menteri Komdigi yang juga berlatar belakang wartawan, karena dinilai memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan para pekerja media.
“Wartawan beruntung memiliki Menteri Komdigi yang paham kebutuhan mereka. Saya sudah meninjau langsung, dan bangunannya bagus dan berkualitas. Saya rasa pengembangnya, Vista Land Group, sangat bertanggung jawab,” tambahnya.
Selain di Bekasi, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kantor Cabang BTN di lima kota lain yakni Medan, Palembang, Makassar, Manado, dan Yogyakarta, dengan masing-masing menyerahkan rumah kepada 10 wartawan.
Kementerian PKP saat ini menyediakan kuota sebanyak 1.000 rumah subsidi untuk wartawan di seluruh Indonesia. Jika antusiasme tinggi, kuota tersebut akan ditambah menjadi 2.000 unit, bahkan hingga 3.000 unit.
“Saya sanggup menyediakan sampai 3.000 rumah subsidi untuk wartawan,” tegas Maruarar.
Program ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Program Tiga Juta Rumah yang ditargetkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.