Menteri Ara Tegaskan 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan Bukan Sogokan
Lokasi perumahan subsidi bagi wartawan ini rencananya akan dibangun di wilayah Bogor dan Banten.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah mengalokasikan sebanyak 1000 unit rumah subsidi untuk wartawan. Namun wacana ini terus mendapatkan kritikan dari berbagai pihak.
Menanggapi hal itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara menegaskan alokasi rumah subsidi untuk wartawan bukanlah sogokan.
"Tanggal 6 (Mei) kami bersama ibu Komdigi (Menteri Komdigi Meutya Viada Hafid) untuk menyerahkan kepada wartawan. Ini bukan sogokan bagi wartawan," kata Ara dalam acara Perayaan May Day, Jakarta, Kamis (1/5).
Menurutnya wartawan berhak mendapatkan rumah subsidi dari negara selama mengikuti aturan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sudah ditetapkan.
"Silakan mau mengkritik mau mengkritisi silakan tetapi sebagai warga negara wartawan juga berhak mendapatkan rumah subsidi dari negara selama mengikuti aturan mbr yang sudah kami tetapkan," tegas Ara.
Sebagai informasi, sebelumnya Ara mengatakan akan mengalokasikan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi khusus untuk wartawan.
"Saya alokasikan 1.000 rumah Rumah subsidi buat wartawan," kata Maruarar kepada media, saat ditemui di Jakarta, Senin (31/3).
Dia menegaskan dalam pembangunan rumah subsidi ini, pemerintah akan menggandeng pengembang yang bertanggung jawab demi memastikan kualitas hunian tetap terjaga.
"Pengembangnya ada banyak kita akan cari pengembang tentu yang bertanggung jawab, karena Pak Prabowo pesan harus pengembang rumah subsidi rumahnya tetap berkualitas, banyak kok yang bagus-bagus," tambahnya.
Adapun lokasi perumahan subsidi bagi wartawan ini rencananya akan dibangun di wilayah Bogor dan Banten. Menurut Ara sapaan akrabnya, rumah subsidi umumnya memang tidak dibangun di Jakarta, melainkan di daerah sekitar ibu kota.
"Biasanya kan kalau rumah subsidi tidak di Jakarta di luar Jakarta. Tapi harus pilih pengembang yang bagus supaya rakyatnya jangan kecewa karena saya juga pernah datang ke tempat yang mengecewakan rakyat," tutup Ara.