OJK Optimis Kredit Perbankan Tumbuh 9-11% di 2025
Optimis ini berdasarkan dari rencana bisnis bank (RBB) yang telah disampaikan oleh perbankan pada awal tahun ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis kredit industri perbankan tetap tumbuh di kisaran 9-11 persen di tahun 2025. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (28/4).
Mahendra mengatakan kisaran tersebut berdasarkan dari rencana bisnis bank (RBB) yang telah disampaikan oleh perbankan pada awal tahun ini.
"Kalau untuk kredit perbankan kami dari awal tahun ini sudah menyampaikan 9-11 Dan berdasarkan itu kami belum ada perubahan karena dialog dan diskusi juga tidak menunjukkan dalam rencana bisnis bank RBB yang kami terima secara terkini menunjukkan perubahan," kata Mahendra.
Jika melihat ke belakang, berdasarkan catatan OJK, kredit perbankan pada Januari 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,27 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp7.782 triliun.
Kemudian pada Februari 2025, kredit perbankan mengalami kenaikan dan tercatat pertumbuhannya sebesar 10,30 persen yoy menjadi Rp7.825 triliun.
Kendati begitu, pada Maret 2025, kredit perbankan mengalami penurunan dari bulan sebelumnya. Kredit perbankan pada Maret 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,16 (yoy) menjadi Rp7.908,4 triliun.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan akan menuju ke batas bawah kisaran 11-13 persen pada 2025. Sehubungan dengan itu, pihaknya akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk mengoptimalkan KLM, dan memperkuat implementasi ketentuan Rasio Pendanaan Luar Negeri (RPLN) untuk mendorong pendanaan perbankan bagi manajemen likuiditas dan penyaluran kredit ke sektor riil.
"Bank Indonesia juga akan terus mempererat koordinasi dengan KSSK untuk mendorong pertumbuhan kredit dalam mendukung pembiayaan ekonomi," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers, (23/4).