Kredit Perbankan Naik 7,7% pada September, Bank Indonesia Soroti Lemahnya Permintaan

Meskipun sedikit meningkat dibanding Agustus 2025 yang mencatat pertumbuhan 7,56 persen YoY.

Maulandy Rizky Bayu Kencana
Kredit Perbankan Naik 7,7% pada September, Bank Indonesia Soroti Lemahnya Permintaan
<p>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menggelar Rapat Dewan Gubernur Bulanan (RDGB) Maret 2023. Perry memprediksi ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif di tahun 2023 ini. (Arief/Liputan6.com)</p> (@ 2023 merdeka.com)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan bahwa kredit perbankan nasional mencatat pertumbuhan sebesar 7,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada September 2025. Capaian ini mencerminkan tren positif penyaluran kredit seiring menguatnya aktivitas ekonomi dalam negeri.

Meskipun sedikit meningkat dibanding Agustus 2025 yang mencatat pertumbuhan 7,56 persen YoY, Perry menyebut dari sisi permintaan masih cenderung lemah, sehingga perlu terus didongkrak.

"Permintaan kredit belum kuat, dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih wait and see, optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi dan suku bunga kredit yang masih relatif tinggi," ujar dia, Rabu (22/10).

Perkembangan ini tercermin dari fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) pada September 2025, yang mencapai mencapai Rp 2.374,8 triliun atau 22,54 persen dari plafon kredit yang tersedia.

"Terutama pada segmen korporasi, dengan kontribusi utama dari sektor perdagangan, industri, dan pertambangan, serta dengan jenis kredit modal kerja," imbuh Perry.

Dari sisi penawaran kapasitas pembiayaan bank cukup memadai. Ditopang oleh rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) yang besar mencapai 29,29 persen. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11,18 persen (YoY) pada September 2025.

"Seiring ekspansi keuangan pemerintah termasuk penempatan dana pemerintah pada beberapa bank besar, serta kebijakan pelonggaran likuiditas moneter dan kebijakan insentif makro prudensial yang ditempuh oleh Bank Indonesia dalam jumlah yang besar," sambungnya.

Lebih lanjut, Perry mengatakan, minat penyaluran kredit perbankan pada umumnya cukup baik. Tercermin pada persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang cukup longgar.

"Kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM yang seiring dengan sikap kehati-hatian bank di tengah risiko kredit pada kedua segmen tersebut. Pertumbuhan kredit modal, kejadian kredit konsumsi melambat menjadi masing-masing sebesar 3,37 persen YoY dan 7,42 persen YoY," bebernya.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit investasi meningkat cukup tinggi hingga 15,18 persen secara tahunan. Kredit UMKM dan pembiayaan syariah tumbuh melambat menjadi masing-masing sebesar 0,23 persen dan 7,55 persen year on year.

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2025 berada pada batas bawah kisaran 8-11 persen dan akan meningkat pada tahun 2026," katanya.

Rekomendasi