Mentan Pastikan WFH ASN Pertanian Tak Ganggu Produktivitas di Tengah El Nino
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan WFH ASN Pertanian setiap Jumat tidak akan menghambat produktivitas sektor pertanian, bahkan saat El Nino mengancam.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kementerian Pertanian setiap hari Jumat tidak akan mengganggu produktivitas sektor pertanian. Pernyataan ini disampaikan Amran di Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Senin.
Penegasan ini muncul di tengah kekhawatiran potensi dampak fenomena El Nino terhadap ketahanan pangan nasional. Amran memastikan bahwa kinerja ASN pertanian tetap optimal berkat sistem pengawasan digital yang efektif.
Pemerintah telah resmi menerapkan kebijakan WFH bagi ASN secara umum setiap Jumat, dimulai 1 April 2026, yang akan dievaluasi setelah dua bulan. Namun, Menteri Pertanian meyakini hal ini tidak akan berpengaruh pada sektor pangan.
Optimalisasi Pengawasan Digital dan Peran Petani
Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pengawasan dan koordinasi ASN di Kementerian Pertanian tetap berjalan lancar melalui berbagai saluran komunikasi digital. Telepon dan aplikasi pesan seperti WhatsApp menjadi alat utama dalam memantau aktivitas di lapangan.
Para pejabat, termasuk direktur jenderal, dapat mengendalikan seluruh aktivitas pertanian di Indonesia dari mana saja. Mereka terus memantau kelompok tani dan penyuluh lapangan tanpa terhalang lokasi fisik.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa produktivitas pertanian tidak bergantung pada kehadiran fisik ASN di kantor. Aktivitas utama produksi tetap berada di tangan para petani yang bekerja langsung di lahan.
Petani sebagai garda terdepan sektor pertanian terus menjalankan tugasnya sehari-hari di lahan. Kebijakan WFH bagi ASN tidak memengaruhi kegiatan mereka di lapangan.
Kesiapan Menghadapi El Nino dan Ketahanan Pangan
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Ini dilakukan untuk menghadapi tantangan El Nino dan dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian.
Dengan kesiapan yang matang, Menteri Pertanian optimistis sektor pertanian akan tetap aman dan produktif. Ketersediaan stok pangan, khususnya beras, mencapai 4,5 juta ton, dianggap cukup untuk menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat.
Amran memastikan bahwa petani akan terus bergerak dan bekerja di lahan mereka. Hal ini karena mereka adalah pelaku utama pertanian, bukan ASN yang terdampak kebijakan WFH.
Kebijakan WFH untuk ASN Nasional
Kebijakan WFH untuk ASN setiap Jumat secara resmi diberlakukan oleh pemerintah mulai 1 April 2026. Kebijakan ini akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaannya untuk melihat efektivitasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa penerapan WFH ini berlaku untuk ASN di instansi pusat dan daerah. Aturan ini diatur melalui surat edaran dari MenpanRB dan Mendagri.
Penerapan WFH satu hari dalam seminggu ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas kerja bagi ASN. Namun, pemerintah juga memastikan bahwa pelayanan publik dan produktivitas tidak terganggu.
Sumber: AntaraNews