Mentan: Hilirisasi Kelapa Gambir Buka 5 Juta Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi kelapa dan gambir berpotensi menciptakan jutaan lapangan kerja serta mendongkrak ekonomi nasional hingga 8 persen.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa hilirisasi kelapa dan tanaman gambir memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Amran dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat lalu.
Menurut Mentan Amran, langkah hilirisasi ini dapat menciptakan hingga lima juta lapangan kerja baru. Selain itu, hilirisasi komoditas pertanian strategis ini juga diharapkan mampu mewujudkan cita-cita pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Amran menjelaskan, hilirisasi akan meningkatkan nilai komoditas pertanian secara signifikan. Kelapa, misalnya, dapat naik nilainya hingga 100 kali lipat melalui proses hilirisasi, sementara Indonesia menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia.
Potensi Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Hilirisasi komoditas pertanian nasional, termasuk kelapa bulat, minyak kelapa sawit (CPO), dan tanaman gambir, diproyeksikan dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang fantastis, mencapai Rp10 ribu triliun. Angka ini setara dengan sekitar tiga tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis karena dominasinya dalam produksi sejumlah komoditas tersebut. Kelapa dan gambir menempatkan Indonesia sebagai produsen nomor satu secara global. Selain itu, Indonesia juga menguasai sekitar 60 persen pasar CPO dunia.
Dengan potensi nilai tambah yang besar ini, hilirisasi tidak hanya akan menggerakkan roda perekonomian, tetapi juga membuka peluang kerja yang luas di berbagai sektor terkait, mulai dari pengolahan hingga distribusi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Penguatan Daya Tawar Global dan Kemandirian Ekonomi
Dominasi Indonesia dalam produksi kelapa dan gambir, serta penguasaan pasar CPO, memberikan keuntungan strategis yang signifikan. Mentan Amran menilai bahwa hilirisasi akan memperkuat daya tawar Indonesia di pasar internasional. Negara-negara lain yang telah membangun industri pengolahan akan sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari Indonesia, sehingga meningkatkan posisi tawar negara di kancah global.
Lebih lanjut, hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan impor dan sekaligus mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi. Pemerintah tidak lagi ingin mengekspor bahan mentah, melainkan produk jadi hasil pengolahan industri dalam negeri.
Strategi ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan negara dari sektor ekspor, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih kuat. Keberhasilan sektor pertanian nasional juga tercermin dari stabilitas harga pangan, yang berdampak positif tidak hanya bagi petani dan industri pupuk, tetapi juga bagi masyarakat global yang menikmati hasil produksi Indonesia.
Sumber: AntaraNews