Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi ekspor hasil pertanian sangat besar. Bahkan menurutnya, jika semua sektor pertanian dikelola dengan optimal dan dilakukan hilirisasi, nilai ekspor Indonesia bisa menembus hingga Rp12.000 triliun.
Dia mengatakan, Indonesia tidak hanya memiliki potensi besar dalam produksi beras, tetapi juga komoditas lain seperti kelapa sawit (CPO), kopi, dan kelapa yang telah dikenal di pasar dunia.
"Sebenarnya, iya, bisa. Sebenarnya negara kita ini sangat besar. Jadi, jangan lihat beras saja. CPO. Produksi CPO terbesar di dunia Indonesia. 58 persen. Hampir 60 persen. Dan kita mengendali dunia. Itu kan minyak goreng, kan? Iya. Terus, dan lainnya. Kemudian, kopi, kelapa kita, nomor dua dunia. Jadi, orang-orang pesimis saja yang selalu mengatakan Indonesia ini tidak hebat," tegas Amran.
Tak hanya itu, Amran mengungkapkan Indonesia pernah mencatatkan nilai ekspor hasil pertanian hingga Rp600 triliun per tahun. Dia meyakini, angka ini bisa terus meningkat dengan penguatan program hilirisasi seperti yang saat ini digenjot oleh Presiden Prabowo Subianto. Jika hasil ekspor bisa melonjak, maka kurs atau nilai tukar Rupiah akan menguat tajam.
"Ekspor kita pernah Rp600 triliun. Setiap tahun. Kalau suatu saat kita hilirisasi seperti program Bapak Presiden, katakanlah 20 kali lipat edit valuenya. 20 kali berapa? 20 kali, katakanlah 6, Rp12.000 triliun. (Nilai tukar) 1 dolar bisa Rp5.000 atau Rp3.000," ungkapnya optimis.
Advertisement
Namun, dia mengakui untuk mencapai target tersebut diperlukan waktu, kerja keras, dan kesabaran. Dia pun memuji berbagai kebijakan Presiden Prabowo yang dianggap sangat membantu sektor pertanian dan memperbaiki perekonomian rakyat.
"Tapi butuh waktu. Harus sabar. Bapak Presiden luar biasa. Kebijakannya terang-berderang. Satu, harga tiket turun. Dua, biaya naik haji turun. Listrik, diskon turun. Tolnya juga di diskon. Kemudian, utang yang sudah macet untuk petani, itu ada, kalau tidak salah, 7 juta orang diputihkan," jelas Amran.
Selain itu, Amran juga menyinggung lahirnya perusahaan besar nasional, Danantara, yang langsung menembus enam besar dunia. Menurutnya, ini menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan perekonomian nasional.
"Terus, Danantara sebagai perusahaan terbesar, baru lahir, langsung enam besar di dunia. Kemudian pupuk ditambah, HPP, sektor pertanian irigasi diperbaiki. Pupuk 2 kali lipat. Luar biasa. Jadi, terang-berderang," pungkasnya.