Sorot
{{caption}}
Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN

{{caption}}
Indonesia Kecam Rencana Perluasan Pendudukan Gaza oleh Israel

{{caption}}
KPK: Anak Buah Silmy Karim Beli Rumah Pakai Emas Hasil Pemerasan

{{caption}}
Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN 8 Juni

{{caption}}
IHSG Sempat Anjlok 5%, BEI Pastikan Tak Ubah Aturan Trading Halt

{{caption}}
Mensesneg Beri Bocoran: Ketum Partai Buruh Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Topik Terkait
{{caption}}
Rupiah Tertekan hingga Rp17.870, Ekonom Nilai BI Kewalahan Stabilkan Rupiah

Pada perdagangan hari ini, rupiah disebut telah melemah sekitar 70 poin ke level Rp17.870 per dolar Amerika Serikat (AS).

{{caption}}
Respons BI Soal Rupiah Tembus Rp17.300

Rupiah menembus Rp17.300 per dolar AS. BI menyebut tekanan global sebagai pemicu dan memperkuat intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

{{caption}}
Rupiah Melemah Terancam Tembus Rp17.000 per Dolar, Ini Analisis Penyebabnya

Rupiah berpotensi melemah hingga ke level Rp16.840 dan bahkan dapat menembus Rp17.000 per dolar Amerika Serikat pada pekan depan.

{{caption}}
Bank Indonesia Buka Suara Soal Rupiah Terus Melemah

Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat.

{{caption}}
Kurs Rupiah Jangan Sampai Lebihi Rp16.000, Kenapa?

Pemerintah harus melakukan intervensi agar rupiah tidak semakin terpuruk.

{{caption}}
Strategi Pengusaha Bali Genjot Usaha di Tengah Pelemahan Rupiah

Sejumlah perusahaan buka suara mengenai kenaikan dolar Amerika Serikat (AS) membuat rupiah hari ini melemah dan juga terkait investasi ke depan untuk bisnis.

{{caption}}
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

Istana memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi nasional dan tingkat inflasi masih terjaga.

{{caption}}
Rupiah Tembus Rp18.000, Pemerintah Disarankan Jiplak China Jaga Stabilitas Keuangan

Hal paling fundamental saat ini adalah menjaga nilai tukar rupiah untuk jangka menengah panjang.

{{caption}}
Usul Ekonom Usai Rupiah Jeblok Tembus Rp18.000, Pemerintah Wajib Lakukan Hal Ini Jaga Tren Arus Pasar Saham

Optimisme para pelaku pasar untuk berkiprah di pasar domestik perlu dijaga khususnya di pasar saham, agar tren arus modal keluar tidak semakin deres.

{{caption}}
Rupiah Melemah, Pariwisata Indonesia Berpotensi Terdongkrak

Pelemahan rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS dinilai dapat meningkatkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan asing dan mendorong sektor pariwisata.

{{caption}}
FOTO: Rupiah Tembus Rp 18000 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.

{{caption}}
Imbau Masyarakat Tak Panic Buying, BI Pastikan Kebutuhan Dolar AS di Money Changer Masih Terpenuhi

Bank Indonesia (BI) menegaskan bakal terus berupaya menggenjot berbagai kebijakan untuk meredam pelemahan rupiah.

{{caption}}
BI Ungkap Strategi Jaga Rupiah, Perkuat Likuiditas Valas dan Redam Panic Buying Dolar di Masyarakat

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pelemahan rupiah, Bank Indonesia memastikan likuiditas valuta asing, khususnya dolar Amerika Serikat, tetap terjaga.

{{caption}}
HUT ke-7 PSAPI Soroti Dampak Pelemahan Rupiah ke Industri Penerbangan, Jadi Pukulan Telak Maskapai Nasional

Slogan yang digaungkan oleh Ketua PSAPI, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, itu terasa kontras dengan realitas pahit yang dipaparkan para narasumber.

{{caption}}
Pengamat: Pelemahan Rupiah Tak Terkait Pencalonan Thomas Djiwandono di BI

Tekanan terhadap Rupiah bersumber dari persoalan global yang jauh lebih kompleks dan struktural.

{{caption}}
Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Level Rp17.000 per USD, Ternyata Ini Penyebabnya

Adapun faktor yang mempengaruhi pelemahan Rupiah yakni, pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa ia akan memberlakukan tarif baru pada 8 negara Eropa.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Tembus Rp 17.500 per USD Pada 2026, Simak Pemicunya!

Menurut Ibrahim, pelemahan Rupiah tidak bisa dilepaskan dari persoalan supply dan demand, terutama di sektor logam mulia.