Komisi VII DPR Dorong Peningkatan TKDN Startup, Perkuat Ekonomi Nasional
Komisi VII DPR RI mendesak perusahaan rintisan atau startup yang baru berinvestasi di Indonesia untuk fokus pada peningkatan TKDN, guna menggenjot perekonomian nasional dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara aktif mendorong perusahaan rintisan atau startup yang baru menanamkan modalnya di Tanah Air. Dorongan ini bertujuan agar mereka dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara signifikan. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian nasional.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyampaikan harapan ini saat kunjungan kerja spesifik ke PT. QJMotor Manufacture Indonesia. Perusahaan tersebut berlokasi di Kawasan Industri GIIC Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (02/4).
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memaksimalkan dampak investasi asing terhadap ekonomi lokal. Peningkatan TKDN juga diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Dorongan Komisi VII untuk Peningkatan TKDN
Saleh Partaonan Daulay menegaskan pentingnya peningkatan TKDN bagi perusahaan baru. Ia menargetkan TKDN dapat mencapai 40 hingga 60 persen, bahkan idealnya seluruh komponen diproduksi di Indonesia. Saat ini, TKDN perusahaan tersebut masih berada di kisaran 20 persen.
Peningkatan TKDN akan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Saat ini, aktivitas perusahaan masih didominasi perakitan dengan bahan baku impor, sehingga jumlah tenaga kerja yang terserap masih terbatas.
Namun, jika proses produksi dilakukan secara menyeluruh di dalam negeri, peluang kerja dipastikan akan meningkat signifikan. Saleh juga mengungkapkan adanya komitmen perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur.
Langkah ini dinilai berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dari wilayah sekitar. Komisi VII juga mendorong kolaborasi antara industri dan pemerintah dalam pengembangan kendaraan berbasis energi listrik.
Komitmen Investasi dan Manufaktur PT QJMotor
PT. QJMotor Manufacture Indonesia telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperluas produksi di Indonesia. Factory Division Head, Bintang Dewan Toro, menyatakan perusahaan saat ini masih dalam tahap perakitan.
Dalam tiga tahun ke depan, perusahaan menargetkan beralih ke proses manufaktur penuh. Ini mencakup stamping, welding, hingga painting, menandakan komitmen kuat terhadap peningkatan TKDN.
"Kami tidak hanya akan merakit, tetapi juga memproduksi komponen di dalam negeri. Ini bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja lokal," kata Bintang. Lebih dari 95 persen tenaga kerja perusahaan saat ini merupakan tenaga lokal.
Perusahaan juga membuka peluang peningkatan jumlah tenaga kerja seiring penambahan kapasitas produksi dan shift kerja. Dari sisi produk, QJMotor mengembangkan kendaraan listrik dan motor berbasis teknologi pintar, termasuk fitur perintah suara. Perusahaan telah bekerja sama dengan layanan transportasi Grab dan menyalurkan sekitar 5.000 unit kendaraan listrik.
Dukungan Pemerintah dan Pengembangan Ekosistem Industri
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengapresiasi langkah PT. QJMotor. Ia menyebut pemerintah akan terus mendorong peningkatan kapasitas industri.
Peningkatan ini dari tahap perakitan (CKD) menuju manufaktur penuh, guna memperkuat ekosistem industri dalam negeri. Pemerintah sangat senang dengan adanya investasi semacam ini yang berpotensi besar.
"Ke depan, yang penting adalah bagaimana ekosistem industri bisa berkembang dan tingkat komponen dalam negeri terus meningkat," ujarnya. Investasi perusahaan yang mencapai 10 miliar dolar AS berpotensi memberikan dampak ekonomi luas.
Dampak tersebut meliputi penciptaan lapangan kerja dan aktivitas industri turunan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transisi energi, khususnya melalui pengembangan motor listrik.
Sumber: AntaraNews