Danantara Targetkan Konsolidasi Laporan Keuangan BUMN Rampung Akhir Juni 2026
Danantara Indonesia tengah berfokus pada konsolidasi laporan keuangan seluruh BUMN, menargetkan penyelesaian pada akhir Juni 2026, sebagai upaya penguatan transparansi fiskal dan tata kelola perusahaan negara.
Jakarta, Merdeka.com – Danantara Indonesia saat ini tengah memprioritaskan konsolidasi laporan keuangan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Proses penting ini menjadi fokus utama sebelum laporan keuangan tahunan resmi Danantara dapat dirilis ke publik. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan komitmen pihaknya terhadap transparansi dalam pengelolaan perusahaan negara.
Dony Oskaria menjelaskan bahwa keterlambatan rilis laporan keuangan Danantara disebabkan oleh proses konsolidasi yang kompleks dan menyeluruh. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Danantara untuk memastikan setiap aspek keuangan BUMN bersih dan akuntabel. Tujuan utama dari proses ini adalah untuk memperkuat transparansi fiskal dan tata kelola yang baik di lingkungan BUMN.
Proses konsolidasi ini tidak hanya melibatkan pengumpulan data, tetapi juga pembersihan dan penyesuaian akuntansi yang signifikan. Danantara menargetkan seluruh proses konsolidasi laporan keuangan BUMN ini dapat rampung pada akhir Juni 2026. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran keuangan BUMN yang lebih jelas dan terpercaya kepada masyarakat.
Fokus Transparansi dan Tata Kelola BUMN
Dony Oskaria mengungkapkan alasan di balik belum dirilisnya laporan keuangan Danantara, yaitu karena sedang dalam tahap konsolidasi laporan seluruh BUMN. Menurutnya, ini adalah bentuk transparansi yang dilakukan Danantara untuk memastikan pengelolaan BUMN berjalan dengan baik. Proses ini dianggap krusial untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang bersih dan akuntabel.
Pembersihan laporan keuangan BUMN menjadi prioritas utama. Dony mengakui bahwa masih ada beberapa BUMN yang laporannya belum sepenuhnya selesai. Namun, Danantara berkomitmen untuk menyelesaikan semua kendala ini demi mencapai standar transparansi yang tinggi.
Upaya ini sejalan dengan visi Danantara untuk mewujudkan BUMN yang transparan dan memiliki tata kelola yang baik. Komitmen terhadap transparansi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja dan pengelolaan aset negara.
Proses Konsolidasi dan Penyesuaian Akuntansi
Proses konsolidasi dan pembersihan data serta laporan keuangan BUMN ini ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Dony Oskaria menyatakan bahwa seluruh BUMN akan dibersihkan laporannya pada periode tersebut. Target ini menunjukkan keseriusan Danantara dalam menyelesaikan tugas besar ini dalam waktu yang telah ditentukan.
Salah satu aspek penting dalam proses ini adalah penyesuaian akuntansi yang cukup signifikan. Penyesuaian tersebut mencakup impairment atau penurunan nilai terhadap buku-buku BUMN yang nilainya mendekati Rp100 triliun. Angka ini menunjukkan skala besar dari penyesuaian yang dilakukan untuk mencerminkan kondisi keuangan BUMN secara lebih akurat.
Dony menegaskan bahwa impairment sebesar hampir Rp100 triliun ini merupakan bagian dari komitmen Danantara untuk transparansi. Langkah ini diambil agar BUMN di masa depan dapat dikelola secara transparan dan akuntabel. Penyesuaian ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengelolaan BUMN yang lebih sehat dan terpercaya.
Peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)
Selain konsolidasi laporan keuangan BUMN, Dony Oskaria juga menyoroti peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN yang baru dibentuk. PT DSI mendapatkan penugasan khusus dari pemerintah untuk mengelola dan mengawasi transaksi ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.
Pada tahap awal, PT DSI akan fokus pada komoditas batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy. Pembentukan PT DSI bertujuan untuk memperkuat pengawasan ekspor, menekan praktik under-invoicing, dan mengoptimalkan penerimaan negara.
Masa transisi implementasi PT DSI akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026. Selama periode ini, DSI akan berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengusaha, untuk menentukan patokan harga komoditas yang adil dan transparan.
- PT DSI akan memulai masa transisi implementasi pada 1 Juni 2026.
- Fokus awal komoditas yang dikelola meliputi batu bara, CPO, dan ferro alloy.
- Tujuan utama DSI adalah memastikan tata kelola ekspor yang baik, transparan, dan akuntabel.
Sumber: AntaraNews