Kisah Sukses Yeni, Berhasil Bangkit Lewat Pinang Dana Talangan Bank Raya
Yeni bisa bangkit dan melayani berbagai kebutuhan nasabah mulai dari transfer, pembayaran, hingga tarik tunai.
Pinang Dana Talangan dari Bank Raya akhirnya menjadi penyelamat bagi Yeni. Dengan plafon awal Rp 25 juta, ia kembali bisa menjalankan usaha layanan BRILink tanpa hambatan berarti. Meskipun nilainya tidak terlalu besar, dana tersebut menjadi modal berharga untuk memulihkan usaha yang sempat terhenti.
"Waktu awal itu limitnya masih kecil di Rp25 juta. Waktu itu dikenalkan sama PAB BRI itu. Dan saya masuknya cuma Rp25 juta. Tapi lumayan sih ya Rp25 juta. Membantu sekali waktu itu," ujarnya.
Dalam waktu singkat, Yeni bisa bangkit dan melayani berbagai kebutuhan nasabah mulai dari transfer, pembayaran, hingga tarik tunai. Kepercayaan pelanggan pun tak hilang, karena setiap permintaan transaksi dapat ia penuhi. Perlahan, bisnisnya kembali stabil.
Seiring meningkatnya jumlah transaksi, limit Pinang Dana Talangan yang ia terima pun ikut naik. Dari Rp 25 juta, plafonnya kini mencapai Rp 125 juta. Dana ini sangat berarti, karena memungkinkan Yeni melayani transaksi besar tanpa khawatir saldo tidak mencukupi.
"Karena ada Pinang Dana Talangan itu Rp 25 juta itu berguna sekali buat saya. Semakin kesini itu karena intens transaksi saya naik. Jadi, limit Pinang Dana Talangannya juga semakin meningkat. Sampai sekarang palfonnya itu sudah Rp 125 juta," ungkapnya.
Hal ini pula yang membuat jumlah transaksinya melonjak dua kali lipat, dari seribuan menjadi sekitar dua ribu transaksi per bulan. Keberadaan Pinang Dana Talangan juga membuat Yeni lebih efisien. Ia tidak perlu lagi bolak-balik setor ke bank, yang jaraknya cukup jauh dari lokasi usahanya di Puncak, Bogor.
"Selain transaksi nambah juga kan jadi kita nggak usah bolak-balik lagi ke bank. Istilahnya kalau dulu itu setor ke bank sampai 2 kali bolak-balik. Semenjak ada Pinang Dana Talangan ini kan jadi otomatis waktu saya nggak habis di jalan hanya untuk bolak-balik ke bank," ujarnya.
Usaha Agen BRILink Makin Berkembang
Tak hanya bangkit, usaha Yeni kini berkembang pesat. Berkat stabilitas modal dari Pinang Dana Talangan, ia mampu membuka dua cabang BRILink baru selain konter utamanya. Satu berlokasi di salon milik temannya, dan satu lagi di Pasar Cisarua sekaligus digabung dengan toko pakaian.
Ekspansi ini membuat layanan BRILink miliknya semakin dekat dengan masyarakat. Pelanggan dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan di kawasan Puncak, merasa terbantu karena bisa melakukan tarik tunai atau transfer tanpa harus mencari ATM.
"Rame ya karena disini tempat wisata juga banyak yang bertransaksi. Juga banyak karyawan-karyawan yang penarikan gaji atau kebutuhan lainnya. Setiap bulannya itu pasti ada. Karena disini bank itu kan lumayan agak jauh juga," ujarnya.
Dengan rata-rata 40 –100 transaksi per hari, omzet yang ia kantongi pun cukup menjanjikan.
Berkat penghasilannya menjadi agen BRILink, ia mampu membiayai sekolah ketiga anaknya. Bahkan ia pun kini memiliki tiga cabang agen BRILink.
"Alhamdulillah ya ibu ya dari awal itu saya kan usaha sendiri single parent juga. Jadi dari awal itu biayain tiga orang anak sekolah itu lumayan berat juga ya. Alhamdulillah dari jadi agen BRILink juga saya buat sekolah anak gitu. Sekarang alhamdulillah sudah lulus dua tinggal satu lagi yang belum lulus. Itu jadi agen BRILink ya bu ya masyallah," pungkasnya.
Pinang Dana Talangan adalah salah satu champion product Bank Raya yang ditujukan untuk mendukung produktivitas bisnis keagenan, di Kuartal II/2025 ini Pinang Dana Talangan berhasil mencatatkan penyaluran sebanyak Rp11,36 triliun atau tumbuh 57,5% (yoy) kepada sekitar 43 ribu agen BRILink dan Agen Gadai. Di kuartal II/2025 tercatat outstanding Pinang Dana Talangan mencapai Rp800,75 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 63,2% (yoy).