Dorong Transformasi Digital, Bank Raya Catat Pencapaian Positif di Perayaan HUT ke-36 Tahun
Bank Raya dulu bernama Bank Agro di tahun 1989, kemudian bergabung di BRI di tahun 2011. Setelah itu, bertransformasi menjadi bank digital di tahun 2021.
Bank Raya menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh berkelanjutan di momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 pada 27 September 2025. Mengusung tema 'Tangguh Tumbuh Sehat', Bank Raya menekankan pentingnya membangun fundamental bisnis yang kokoh melalui inovasi digital, sekaligus melanjutkan visinya menjadi Bank Digital Utama yang memberikan akses terluas bagi masyarakat Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar di Menara BRILian, 1 Oktober 2025, Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengingatkan perjalanan panjang transformasi bank yang sebelumnya bernama Bank Agro hingga kini menjadi Bank Raya.
"Bank Raya dulu kan namanya Bank Agro di tahun 1989, kemudian bergabung di BRI di tahun 2011. Setelah itu, bertransformasi menjadi bank digital di tahun 2021. Setelah itu, kita sudah membangun pondasi di saving, landing. Dulu kita namanya Raya Apps, sekarang kita kembangkan jadi lebih besar agar bisa diterima. Dalam membangun pondasi kan kita butuh tema untuk memberikan semangat. Kebetulan tema ini masih relevan, karena kita ingin tumbuh akseleratif di tahun 2025. Dan kita jadi lebih termotivasi membangun bisnis bank digital ke depan. Kita juga ingin membangun produk digital yang komprehensif yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk transaksi digital dan seterusnya," ujar Ida Bagus Ketut Subagia.
Ia juga menambahkan, "Tema Tangguh dan Tumbuh Sehat yang diusung pada HUT ke-36 Bank Raya tahun ini sejalan dengan komitmen Bank Raya dalam memperkuat bisnis digital sebagai fondasi agar dapat tumbuh berkelanjutan. Bank Raya berfokus dalam pengembangan produk digital perbankan nasabahnya di tengah kondisi market yang dinamis. Kami percaya fundamental bisnis yang sehat dan tangguh adalah kunci untuk menghadirkan solusi keuangan digital yang adaptif dan relevan bagi kebutuhan masyarakat," jelas Bagus.
Transaksi QRIS Meningkat 300%, Capai Rp13,8 Miliar YoY
Salah satu produk unggulan Bank Raya, Saku Bisnis, terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai solusi keuangan bagi pelaku usaha. Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra menjelaskan bahwa Saku Bisnis membantu para pelaku UMKM untuk memisahkan rekening bisnis dengan rekening pribadi mereka.
"Kalau di UMKM seringnya adalah uang pribadi dan uang bisnis bercampur. Kadang dipakai untuk keperluan pribadi, tapi di saat yang bersamaan juga untuk bayar karyawan, bayar vendor, listrik, dan sebagainya. Nah, di sini Saku Bisnis memang positioningnya untuk membantu hal tersebut agar keuangan bisnis nggak tercampur dengan pribadi," ujar Kicky Andrie Davetra.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Saku Bisnis terus berkembang dengan sejumlah fitur unggulan. Misalnya saja kemampuan membuat hingga tiga QRIS bisnis dalam satu akun, serta fitur kasir yang dapat digunakan di lima perangkat berbeda. Bahkan, QRIS Bisnis bisa memungkinkan pencairan dana dalam 4 batch per hari, sehingga pelaku usaha tidak perlu menunggu lama untuk menunggu uangnya cair.
"Kalau UMKM kan maunya uangnya cepet masuk (dicairkan). Kita berusaha bagaimana transaksi instan ini bisa masuk. Transaksi pagi, siang udah masuk. Harapannya ya mempermudah UMKM," jelas Kicky.
Inovasi Digital: Kartu Virtual dan Paylater
Bank Raya juga meluncurkan sejumlah inovasi di paruh kedua 2025, di antaranya Kartu Virtual Debit Visa yang dapat diakses langsung melalui aplikasi Raya. Nasabah bisa mengajukan kartu virtual secara online, mengatur limit transaksi, hingga melakukan blokir dan buka blokir kartu dengan cepat.
Selain itu, Bank Raya memperkenalkan fitur Buy Now Pay Later (BNPL) melalui Raya Paylater dengan plafon hingga Rp5 juta. Fitur ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi dengan ketentuan transparan dan kompetitif.
Fokus Keamanan Data dan Infrastruktur Digital
Direktur Digital & Operasional Bank Raya, Lukman Hakim, menegaskan fokus perseroan pada investasi teknologi untuk menjawab kebutuhan transaksi digital yang makin tinggi.
"Kita harus memastikan bahwa produk aplikasi maupun fitur yang kami develop itu bisa menjamin dan membawa kenyamanan untuk nasabah. Nah, kami di teknologi cukup banyak investasi untuk pengembangan dari sisi big data, untuk pengembangan dari penggunaan cloud infrastructure, kemudian cybersecurity menjadi fokus utama bagaimana kami mengamankan bukan hanya dari sisi aplikasi tapi dari sisi data-data nasabah kami pastikan aman," ujarnya.
Laba Bersih Naik 64,5%, Aset Capai Rp136,5 Triliun
Dari sisi kinerja, Bank Raya mencatatkan hasil positif sepanjang Kuartal II/2025. Laba bersih tumbuh 64,5% secara tahunan menjadi Rp32,93 miliar. Total aset mencapai Rp136,5 triliun, sementara kredit tumbuh 7,4% menjadi Rp728 triliun.
Penyaluran kredit digital juga meningkat 6,8% menjadi Rp13,42 triliun, mendorong outstanding kredit digital mencapai Rp26,2 triliun atau naik 29,2% yoy. Rasio keuangan Bank Raya pun tetap sehat, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 74,8% dan Non Performing Loan (NPL) terjaga di level 0,9% gross.
"Dengan komitmen dan optimisme yang kuat disertai fokus efisiensi biaya, Bank Raya mampu menjaga optimisasi biaya dan menjaga fundamental bisnis tetap tumbuh tangguh dan sehat, sehingga menciptakan dampak positif bagi ekosistem BRI Group," tutup Bagus.