Kisah Korban PHK yang Kini Sukses Bisnis Boneka Beromzet Miliaran Rupiah
PHK bukanlah akhir dari segalanya meski hilangnya pekerjaaan. Mengingat, tak sedikit korban PHK yang justru meraup kesuksesan.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan efisensi anggaran senilai Rp306 triliun melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Dampaknya, sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dilaporkan bakal melakukan aksi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga honorer.
Akan tetapi, PHK bukanlah akhir dari segalanya meski hilangnya pekerjaaan. Mengingat, tak sedikit korban PHK yang justru meraup kesuksesan
Berikut kisah sukses korban PHK:
Melansir laman Pegadaian, Kamis (13/2), Anang seorang pria yang korban PHK dari PT Asiana Inti Industri, perusahaan pembuat boneka ternama membagikan kisah suksesnya. Saat ini, Anang sukses menjadi seorang pemilik bisnis boneka beromzet miliaran rupiah.
Anang mengatakan mimpi buruknya terkena PHK akibat krisis moneter tahun 1990-an. Saat itu, situasi perekonomian di kawasan Asia memang sedang kacau. Akibat krisis, ribuan pabrik di Indonesia tutup. Dampaknya, ratusan ribu buruh jadi pengangguran.
Namun, Anang menyadari bahwa hidup harus tetap berlanjut. Dengan ketrampilan yang dimiliki. Dia nekad untuk memulai bisnis pembuatan boneka dengan modal awal sekitar Rp5 jutaan.
"Yang saya tahu hanya boneka,’’ ujar Anang.
Mulai Produksi Boneka
Dengan kemampuan yang dimiliki. Anang mengerjakan produksi boneka dengan merek Hayashi Toys itu di kawasan Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat.
Pada awalnya, pemasaran boneka dilakukan dengan cara door to door ke berbagai toko mainan anak-anak di kawasan Bekasi dan Jakarta. Siapa sangka, usaha yang dilakukan karena 'kepepet' itu ternyata berhasil. Setiap kali Anang membuat boneka, setiap kali itu pula laku.
Namun, ujian kembali datang. Kali ini krisis moneter yang melanda Asia pada 1995 mulai dirasakan dampaknya di dalam negeri. Situasi ini, diperparah dengan krisis politik akibat jatuhnya rezim Orde Baru yang telah memimpin Indonesia selama 30 tahun. Akibatnya merek usaha yang dibuat Anang Hayashi Toys gagal, meski sudah mencoba bertahan.
Tak Pernah Menyerah
Tetapi Anang tidak patah arang. Anang mencoba untuk bangkit lagi. Kali ini Anang menggunakan modal uang Rp500.000. Uang tersebut langsung digunakan untuk memproduksi boneka.
"Yang membuat bangkrut adalah krisis ekonomi global. Pasar boneka sendiri terus tumbuh," ucap Anang.
Dengan semangat yang dimiliki, Anang berhasil memiliki 17 toko boneka sendiri dan lebih dari 100 jaringan toko milik mitra yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2014. Selain itu, Anang juga menjual boneka melalui puluhan reseller yang mengandalkan sistem penjualan online.
Boneka Hayashi Toys dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp5.000 per unit hingga ratusan ribu rupiah per unit. Karena pemasarannya sukses, Anang merekrut lebih banyak mitra produksi. Dari cerita Anang, hikmah yang dapat kita petik adalah PHK bukan akhir dari segalanya.