Khofifah Dorong Sinergi Maksimal untuk Swasembada Daging Nasional dalam Empat Tahun
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi antarprovinsi sentra ternak untuk mencapai target Swasembada Daging Nasional dalam 3-4 tahun ke depan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya sinergi maksimal antarprovinsi yang memiliki sentra ternak. Hal ini krusial untuk mewujudkan target Swasembada Daging Nasional pada tahun 2029. Pernyataan ini disampaikan Khofifah saat menghadiri Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan 2025 di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor daging, dengan sekitar 58 persen dari kebutuhan nasional dipenuhi dari luar negeri. Situasi ini menunjukkan urgensi untuk mempercepat kemandirian pangan di sektor peternakan. Khofifah meyakini, dengan kolaborasi yang kuat, target swasembada dapat dicapai lebih cepat.
Menurut Khofifah, jika sinergi antarprovinsi sentra ternak dapat dimaksimalkan, Indonesia berpotensi mencapai swasembada daging dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Strategi Percepatan Swasembada Daging di Jawa Timur
Sektor peternakan kini memasuki babak penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Gerakan inseminasi buatan secara serentak yang dilakukan bukan hanya kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian dari strategi besar untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pemasok daging nasional. Penguatan sektor peternakan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerapkan berbagai strategi percepatan untuk menopang Swasembada Daging Nasional. Strategi ini mencakup sinergi banyak pihak dengan fokus pada vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di seluruh kabupaten/kota. Upaya ini penting untuk menjaga kesehatan ternak dan produktivitas.
Selain itu, Pemprov Jatim juga melaksanakan gerakan inseminasi buatan untuk mempercepat angka kelahiran ternak dan melakukan pemeriksaan kebuntingan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program inseminasi buatan berhasil dan efektif. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan populasi ternak.
Khofifah menegaskan bahwa pencapaian Swasembada Daging Nasional memerlukan kerja sama dari berbagai pihak. "Jika semua bergerak bersama peternak, penggemuk, perguruan tinggi, asosiasi dokter hewan, hingga pelaku usaha maka Indonesia bisa mencapai swasembada daging dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun ke depan," katanya.
Jawa Timur sebagai Tulang Punggung Ketahanan Pangan Nasional
Jawa Timur telah memposisikan diri sebagai provinsi yang siap menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, Provinsi Jawa Timur telah memasuki fase kedaulatan pangan. Ini mencakup berbagai komoditas penting untuk kebutuhan masyarakat.
Setelah berhasil mencapai swasembada beras dan memiliki peluang besar untuk swasembada gula tahun depan, swasembada daging kini menjadi target yang sangat mungkin dicapai. Khofifah optimis bahwa Jawa Timur akan menjadi garda terdepan dalam mendukung program pangan nasional Presiden Prabowo. Ini menunjukkan peran strategis provinsi tersebut.
Kegiatan di Jember juga menjadi puncak Gerakan Inseminasi Buatan Serentak Provinsi Jawa Timur yang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan. Jawa Timur menerima piagam Rekor MURI untuk kategori inseminasi buatan pada ternak sapi terbanyak dalam kurun waktu satu tahun. Pencapaian ini menjadi bukti konkret keberhasilan program.
Prestasi ini didukung oleh 1.417 petugas IB, 7.000 petugas pemeriksa kebuntingan (PKB), serta 58 pengawas dan 95 pengawas obat hewan. Seluruh elemen ini merupakan bagian integral dari penguatan layanan kesehatan hewan di Jawa Timur. Kolaborasi ini memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.
Dukungan Daerah dan Harapan Kesejahteraan Peternak
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Jember sebagai lokasi pusat pelaksanaan Gerakan IB Serentak 2025. Penunjukan ini menjadi dorongan penting bagi wilayah setempat untuk terus meningkatkan produktivitas sektor peternakan. Jember berkomitmen mendukung program nasional.
Target yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dampak positif. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember, khususnya para petani dan peternak. Peningkatan produktivitas akan berdampak langsung pada pendapatan mereka.
"Kami berharap masyarakat Jember, terutama petani dan peternak, dapat merasakan peningkatan kesejahteraan dari program itu," kata Bupati Jember. Harapan ini mencerminkan tujuan utama dari program swasembada daging, yaitu tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional tetapi juga mensejahterakan pelaku di sektor peternakan.
Sumber: AntaraNews