Kekayaan Kerajaan Inggris yang Mustahil Bisa Dihitung
Sangat sulit menaksir kekayaan yang dimiliki keluarga kerajaan Inggris.
Kabar meninggalnya Ratu Elizabeth II pada September 2022 menjadi sorotan utama di seluruh dunia. Ratu yang berusia 96 tahun tersebut telah menjadi bagian penting dari Kerajaan Inggris selama sebagian besar masa pemerintahannya, dan setelah itu, putra tertuanya, Raja Charles III, naik tahta.
Keluarga Kerajaan Inggris, yang juga dikenal dengan nama Windsor, telah menjadi pusat banyak kontroversi selama bertahun-tahun, termasuk tuduhan rasisme, perselingkuhan, serta hubungan dekat Pangeran Andrew dengan Jeffrey Epstein. Meskipun banyak skandal publik yang mengelilingi keluarga kerajaan, satu hal yang hingga kini masih sulit dipastikan adalah total kekayaan bersih mereka.
Menghitung kekayaan bersih pribadi seseorang memang tidak terlalu sulit, namun mengukur total kekayaan Kerajaan Inggris jauh lebih rumit. Mulai dari Istana Buckingham yang megah, hingga perhiasan, mobil, real estat lainnya, dan banyak lagi, tidak diragukan lagi keluarga Windsor memiliki kekayaan yang sangat besar.
Lantas, seberapa besar sebenarnya kekayaan mereka? Mari kita ulas mengapa perhitungan kekayaan bersih keluarga kerajaan Inggris menjadi hal yang sulit untuk dipastikan.
1.200 Tahun dan Kekayaan yang Melimpah
Dilanir dari Money Digest. keluarga kerajaan Inggris dikabarkan memiliki kekayaan yang luar biasa hingga mesin keuangan mereka memiliki nama khusus, yang dikenal sebagai "The Firm."
Namun, karena sebagian besar informasi terkait "The Firm" dijaga kerahasiaannya, rincian pasti tentang total kekayaan keluarga ini bukanlah hal yang mudah diketahui.
Walau begitu, kita dapat mengacu pada informasi publik yang ada untuk mendapatkan gambaran mengenai berapa banyak uang yang sebenarnya dimiliki oleh keluarga Kerajaan Inggris.
Keluarga kerajaan Inggris sudah ada selama lebih dari 1.200 tahun, dengan banyak Raja dan Ratu yang memerintah selama periode tersebut.
Mengingat sejarah panjang mereka, tidak berlebihan untuk menganggap bahwa total kekayaan mereka berada di angka miliaran dolar. Ratu Elizabeth II sendiri, sebelum meninggal, memiliki kekayaan pribadi yang terpisah dari keluarga kerajaan, yang diperkirakan mencapai sekitar USD500 juta (Rp8 triliun).
Kekayaan ini kini diwariskan kepada putranya, Raja Charles III. Namun, setelah menerima warisan tersebut, kekayaan Raja Charles diperkirakan naik menjadi sekitar USD2 miliar (Rp32 triliun).
Penilaian "The Firm": Sekitar Rp456 Triliun
Menurut Forbes, "The Firm" diperkirakan bernilai sekitar USD28 miliar (Rp456 triliun). Namun, bagaimana Forbes menghitung angka ini, dan aset apa saja yang termasuk di dalamnya? "The Firm" mencakup kekayaan pribadi Raja Charles dan Ratu Elizabeth yang telah disebutkan di atas, serta seluruh keluarga besar mereka (Pangeran William, istrinya Kate Middleton, Pangeran Edward, istrinya, dan sebagainya) serta berbagai aset besar seperti perhiasan, real estat, koleksi seni, mobil, dan banyak lagi.
Kekayaan terbesar mereka terutama berasal dari kepemilikan real estat keluarga. Properti-properti tersebut termasuk Istana Buckingham yang terkenal, yang diperkirakan bernilai sekitar USD5 miliar, Kastil Balmoral yang bernilai USD140 juta, dan Kadipaten Cornwall yang bernilai sekitar USD32 juta.
Selain itu, keluarga kerajaan memiliki koleksi perhiasan yang sangat berharga, yang dikenal dengan nama "The Crown Jewels", yang diperkirakan bernilai antara USD4 hingga USD6 miliar.
Keluarga ini juga memiliki koleksi mobil mewah yang diperkirakan bernilai USD17,6 juta dan koleksi karya seni yang dapat mencapai nilai hingga USD10 miliar.
The Crown Estate: Lembaga Pengelola Kekayaan
Dengan kekayaan yang begitu besar, tentu ada badan yang bertanggung jawab untuk mengelola semua aset tersebut. Lembaga yang mengelola kekayaan keluarga kerajaan Inggris ini dikenal dengan nama The Crown Estate.
Pada akhir tahun 2022, The Crown Estate berhasil menghasilkan pendapatan sebesar USD410 juta USD, dan pada tahun 2020, jumlahnya mencapai USD700 juta. Namun, keluarga kerajaan hanya diperbolehkan untuk menyimpan 25% dari pendapatan tersebut melalui apa yang disebut Sovereign Grant. Sisa dari pendapatan ini diberikan kepada pemerintah Inggris, atau lebih tepatnya kepada Departemen Keuangan Inggris.
Perlu dicatat juga bahwa terkait nilai properti mewah yang dimiliki keluarga kerajaan, karena semuanya telah diwariskan dari generasi ke generasi, aset-aset ini tidak pernah dibeli atau dijual kepada pihak luar.
Oleh karena itu, sangat sulit untuk menentukan harga pasti dari properti-properti ini. Nilai-nilai seperti Istana Buckingham atau The Crown Jewels hanyalah perkiraan, bukan angka yang pasti.