Kerajaan Inggris Ogah Beri Pengawalan untuk Pangeran Harry, Hubungan Makin Memanas?
Pangeran Harry kembali kalah banding dalam upaya mendapatkan kembali pengawalan keamanan kerajaan Inggris yang didanai negara.
Pangeran Harry kembali mengalami kekalahan dalam perjuangannya untuk mendapatkan kembali pengawalan keamanan kerajaan Inggris yang didanai negara. Setelah sebelumnya kalah di pengadilan tingkat pertama pada Februari 2024, banding yang diajukannya pada 2 Mei 2025 di Pengadilan Banding Inggris juga ditolak.
Keputusan ini diambil setelah pemerintah Inggris mencabut pengawalan otomatisnya pada tahun 2020, menyusul pengunduran dirinya dan Meghan Markle dari tugas kerajaan. Hakim Sir Geoffrey Vos menyatakan bahwa keputusan untuk mengurangi tingkat pengawalan Harry adalah logis dan tepat, mengingat ia dan keluarganya sebagian besar tinggal di luar Inggris.
Putusan pengadilan ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi Pangeran Harry. Sementara itu, Istana Buckingham menyatakan menghormati putusan pengadilan, menekankan bahwa kasus ini telah diperiksa secara menyeluruh dan cermat. Melansir dari berbagai sumber, Kamis (8/5), simak ulasan informasinya berikut ini.
Kronologi Permasalahan Pengawalan Pangeran Harry
Berikut kronologi singkat permasalahan pengawalan Pangeran Harry:
- 2020: Pangeran Harry dan Meghan Markle mengundurkan diri sebagai anggota senior kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat.
- 2020: Pemerintah Inggris mencabut pengawalan keamanan kerajaan yang didanai negara untuk Pangeran Harry.
- Februari 2024: Pengadilan tingkat pertama menolak gugatan Pangeran Harry.
- Mei 2025: Pengadilan Banding Inggris menolak banding Pangeran Harry.
Saat putusan dibacakan, Duke of Sussex diketahui sedang tidak berada di Inggris. Dengan keputusan tersebut, Harry harus membayar biaya hukum untuk kedua belah pihak yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 1,5 juta poundsterling atau sekitar Rp33 miliar. Meski begitu, Harry masih dapat mengajukan banding ke Mahkamah Agung Inggris.
Seusai putusan itu, Harry pun curhat lewat wawancara dengan BBC. "Saya hancur," ujarnya. "Bukan karena kekalahan itu sendiri, tetapi lebih kepada orang-orang di balik keputusan ini, yang merasa hal ini baik-baik saja. Apakah ini kemenangan bagi mereka?"
Aturan Resmi Pengawalan Keluarga Kerajaan Inggris
Di sisi lain, aturan resmi terkait pengawalan keluarga Kerajaan Inggris telah ada sejak dulu. Aturan resmi mengenai pengawalan keluarga kerajaan Inggris tidak dipublikasikan secara terbuka.
Akan tetapi, pengawalan tersebut umumnya diberikan kepada anggota keluarga kerajaan yang aktif menjalankan tugas kerajaan dan bergantung pada tingkat ancaman keamanan yang dihadapi. Pengawalan yang didanai negara biasanya melibatkan polisi bersenjata dan diputuskan oleh RAVEC (Royal and VIP Executive Committee).
Sebagaimana diketahui, Pangeran Harry dan Meghan Markle telah mengundurkan diri sebagai anggota senior kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat sejak tahun 2020. Karena sudah tidak menjadi anggota keluarga kerajaan yang aktif menjalankan tugas kerajaan, pemerintah Inggris lantas mencabut pengawalan keamanan kerajaan. Mengingat, pengawalan keamanan kerajaan ini didanai negara dari pajak rakyat.
Pernyataan Kerajaan Inggris Terhadap Gugatan Pangeran Harry
Istana Buckingham telah secara konsisten menyatakan menghormati putusan pengadilan. Mereka menekankan bahwa kasus ini telah diperiksa secara menyeluruh dan cermat. Tidak ada pernyataan resmi dari pihak kerajaan yang secara langsung menanggapi sentimen Pangeran Harry terkait motif di balik pencabutan pengawalan.
Akan tetapi, dikabarkan reaksi Pangeran Harry ini memicu kekecewaan dan bahkan kemarahan dari Raja Charles III. Seorang teman Raja Charles menyatakan bahwa akan 'tidak pantas secara konstitusional' bagi raja untuk terlibat dalam permohonan banding tersebut.
Raja Charles menyoroti reaksi Pangeran Harry atas hilangnya permohonan perlindungan keamanannya, termasuk klaim publik bahwa raja 'tidak mau berbicara' kepadanya. Meskipun Pangeran Harry menyatakan keinginannya untuk berdamai dengan keluarga kerajaan, konflik ini justru semakin memperuncing keretakan di antara mereka.
Hubungan Harry dengan William
Dalam wawancaranya bersama BBC, Ia sempat menyinggung pertengkaran itu dan dampaknya terhadap hubungannya dengan sang kakak, Pangeran William.
"Ada begitu banyak perselisihan, perbedaan pendapat antara saya dan sebagian keluarga saya. Situasi saat ini yang telah berlangsung selama lima tahun terkait dengan kehidupan dan keselamatan manusia adalah titik kritis. Itulah satu-satunya hal yang tersisa," kata Pangeran Harry.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa keputusannya menerbitkan biografi, beberapa waktu lalu, benar-benar merusak hubungannya dengan keluarganya. "Tentu saja, beberapa anggota keluarga saya tidak akan pernah memaafkan saya karena menulis buku. Tentu saja, mereka tidak akan pernah memaafkan saya atas banyak hal."
Dampak Ditolaknya Gugatan Pengawalan untuk Pangeran Harry
Penolakan gugatan ini berdampak besar bagi Pangeran Harry dan keluarganya. Mereka harus menanggung biaya hukum yang sangat besar dan tetap menghadapi risiko keamanan saat berada di Inggris. Selain itu, keputusan ini juga memperburuk hubungan Pangeran Harry dengan keluarga kerajaan, khususnya dengan Raja Charles III. Lebih jauh lagi, keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan keadilan dalam sistem pengawalan keluarga kerajaan Inggris.
Kekecewaan Pangeran Harry atas putusan ini sangat mendalam, terlihat dari wawancaranya dengan BBC. Ia merasa keputusan ini tidak adil dan mempertanyakan motif di baliknya. Meskipun ia menyatakan keinginan untuk berdamai, konflik ini tampaknya masih jauh dari selesai. Masa depan hubungan Pangeran Harry dengan keluarga kerajaan masih belum jelas, dan kasus ini kemungkinan akan terus menjadi sorotan media internasional.