Pangeran Andrew Resmi Lepas Gelar Duke of York Usai Dihantam Beragam Skandal

Pangeran Andrew merupakan anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan mendiang Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Pangeran Andrew Resmi Lepas Gelar Duke of York Usai Dihantam Beragam Skandal
Pangeran Andrew. (Steve Parsons/Pool Photo via AP, File) (© 2025 Liputan6.com)

Pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, Pangeran Andrew dari Inggris mengumumkan bahwa ia akan menghapus penggunaan gelar "Duke of York".

Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari Istana Buckingham. Selain itu, ia juga akan melepaskan kehormatan sebagai Knight Grand Cross of the Royal Victorian Order (GCVO) dan Royal Knight Companion of the Most Noble Order of the Garter.

Dengan keputusan ini, satu-satunya gelar yang masih tersisa padanya adalah "pangeran", yang tidak bisa dicabut karena merupakan status yang melekat padanya sejak lahir sebagai putra seorang ratu.

Dalam pernyataannya, Pangeran Andrew menyampaikan, "Dalam diskusi dengan raja serta keluarga dekat dan keluarga besar saya, kami menyimpulkan bahwa tuduhan yang terus diarahkan kepada saya mengganggu pekerjaan Yang Mulia Raja dan keluarga kerajaan."

Ia menegaskan, "Saya memutuskan, sebagaimana selalu saya lakukan, untuk menempatkan kewajiban saya kepada keluarga dan negara di atas segalanya. Saya tetap pada keputusan saya lima tahun lalu untuk mundur dari kehidupan publik," seperti yang dilansir oleh The Guardian.

Ia juga menambahkan, "Dengan persetujuan Yang Mulia Raja, kami merasa saya harus melangkah lebih jauh. Karena itu, saya tidak akan lagi menggunakan gelar atau kehormatan yang telah dianugerahkan kepada saya. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya dengan tegas menyangkal tuduhan terhadap saya."

Terlilit Skandal, Pangeran Andrew Tanggalkan Gelar Kebangsawanan Duke of York
Pangeran Andrew. (Steve Parsons/Pool Photo via AP, File) © 2025 Liputan6.com

Secara hukum, Andrew masih memiliki gelar adipati (dukedom) karena pencabutan gelar tersebut hanya bisa dilakukan melalui undang-undang parlemen.

Meskipun demikian, ia memilih untuk tidak menggunakan gelar itu lagi. Dengan cara ini, gelar tersebut secara teknis tetap ada, tetapi tidak aktif, mirip dengan gelar kehormatan "HRH" (His Royal Highness).

Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan Raja Charles III, saudaranya, dan menunjukkan pengakuan bahwa masalah pribadi Andrew terus menjadi gangguan bagi reputasi keluarga kerajaan. Diketahui bahwa Raja Charles III menyambut baik keputusan tersebut.

Pangeran Wales dan anggota keluarga kerajaan lainnya juga dilibatkan dalam diskusi mengenai keputusan ini.

Mantan istri Pangeran Andrew, Sarah, Duchess of York, pun tidak akan lagi menggunakan gelarnya dan akan dikenal sebagai Sarah Ferguson.

Namun, gelar kedua putri mereka, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, tetap tidak terpengaruh oleh keputusan ini.

Keputusan ini diambil setelah serangkaian pertemuan penting di Istana Buckingham, di mana para penasihat istana dilaporkan telah mencapai "titik jenuh".

Lingkungan kerajaan kini diliputi kekhawatiran mendalam bahwa perhatian publik yang terus menerus terhadap Andrew dapat merusak reputasi monarki.

Terlilit Skandal, Pangeran Andrew Tanggalkan Gelar Kebangsawanan Duke of York
Pangeran Andrew. (Steve Parsons/Pool Photo via AP, File) © 2025 Liputan6.com

Tuduhan yang dialamatkan kepada Pangeran Andrew berkaitan erat dengan keterlibatannya bersama Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual anak yang telah meninggal, serta laporan mengenai hubungannya dengan seorang tokoh yang terlibat dalam kasus spionase asal Tiongkok.

Surat kabar The Guardian baru-baru ini memuat kutipan dari memoar Virginia Giuffre, wanita yang menuduh Andrew, yang diterbitkan setelah kematiannya.

Giuffre ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri pada bulan April lalu, dalam usia 41 tahun. Dalam bukunya, ia menyebutkan bahwa Pangeran Andrew merasa berhak untuk melakukan hubungan seksual dengannya.

Andrew secara konsisten membantah tuduhan bahwa ia berhubungan seksual dengan Giuffre ketika wanita itu masih berusia 17 tahun.

Kasus yang diajukan oleh Giuffre akhirnya diselesaikan secara damai dengan kompensasi sekitar 12 juta pound sterling tanpa pengakuan bersalah dari Andrew.

"Setelah kembali ke rumah, (Ghislaine) Maxwell dan Epstein mengucapkan selamat malam dan naik ke atas, memberi isyarat bahwa sudah waktunya bagi saya untuk melayani sang pangeran. Ia cukup ramah, tapi tetap merasa berhak --- seolah berhubungan seks dengan saya adalah hak istimewanya sejak lahir. Ia tampak terburu-buru. Setelah selesai, ia hanya berkata 'terima kasih' dengan aksen Inggrisnya yang kaku. Dalam ingatan saya, semuanya berlangsung kurang dari setengah jam," tutur Giuffre dalam memoarnya.

"Keesokan paginya, Maxwell mengatakan kepada saya: 'Kau melakukannya dengan baik. Sang pangeran bersenang-senang.' Epstein lalu memberi saya USD 15.000 sebagai bayaran karena telah melayani pria yang dijuluki tabloid sebagai 'Randy Andy'."

Keluarga Giuffre memberikan tanggapan atas keputusan Pangeran Andrew, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bukti dari kebenaran yang diperjuangkan oleh Virginia.

"Kami, keluarga Virginia Roberts Giuffre, percaya bahwa keputusan Pangeran Andrew untuk melepaskan gelarnya merupakan bukti keadilan bagi saudari kami dan bagi para penyintas di seluruh dunia. Kami juga berpendapat bahwa sudah sepatutnya Raja Charles mencabut gelar 'pangeran' yang masih disandang Andrew," ungkap mereka.

Hubungan dengan Tokoh Tiongkok

Pangeran Andrew juga dilaporkan pernah bertemu dengan Cai Qi, anggota politbiro Tiongkok, pada tahun 2018 dan 2019.

Cai diduga menerima informasi sensitif yang diduga diserahkan oleh dua warga Inggris yang dituduh sebagai mata-mata untuk Beijing, yaitu Christopher Berry dan Christopher Cash.

Kasus terhadap keduanya akhirnya dibatalkan oleh Kejaksaan Inggris (CPS), dan mereka membantah semua tuduhan yang diajukan.

Sebelumnya, Andrew telah kehilangan semua jabatan militernya, dihapus dari afiliasi amal, dan dilarang menggunakan gelar HRH.

Saat ini, selain tidak lagi menggunakan gelar "Duke of York", ia juga sudah berhenti memakai dua gelar lain yang diberikan saat pernikahannya: "Earl of Inverness" dan "Baron Killyleagh".

Terlilit Skandal, Pangeran Andrew Tanggalkan Gelar Kebangsawanan Duke of York
Pangeran Andrew. (Steve Parsons/Pool Photo via AP, File) © 2025 Liputan6.com

Rachael Maskell, anggota parlemen dari Partai Buruh yang mewakili wilayah York Central, meminta adanya perubahan dalam undang-undang setelah keputusan yang diambil oleh Andrew.

Sebelumnya, Maskell telah mengajukan RUU yang memberikan wewenang kepada raja untuk mencabut gelar bangsawan secara langsung atau berdasarkan rekomendasi dari komite gabungan parlemen.

"Setelah saya mengajukan RUU pencabutan gelar, saya sekarang yakin sudah saatnya undang-undang ini disahkan," ungkap Maskell pada Jumat malam.

Bukti Komunikasi dan Catatan Penerbangan

Email yang dipublikasikan oleh Mail on Sunday menunjukkan bahwa Andrew masih berkomunikasi dengan Epstein setelah periode yang ia akui dalam wawancara Newsnight.

Dalam wawancara yang dilakukan pada tahun 2019, ia menyatakan telah memutuskan hubungan dengan Epstein pada bulan Desember 2010, setelah keduanya tertangkap kamera berjalan bersama di New York.

Namun, dalam pesan yang ditulis setelah foto tersebut diterbitkan, Andrew menulis kepada Epstein: "Saya juga khawatir tentangmu! Jangan khawatir tentang saya! Sepertinya kita bersama-sama dalam hal ini dan harus menghadapinya. Kalau tidak, tetaplah berhubungan dan kita akan bermain lagi segera!!!!" --- ia menandatangani pesannya dengan: "A, HRH The Duke of York, KG."

Epstein ditemukan tewas di sel penjaranya di Manhattan pada bulan Agustus 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks, dan kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.

Sebelumnya, pada tahun 2008, Epstein telah mengaku bersalah atas tuduhan pelacuran dengan anak di bawah umur dan menjalani hukuman penjara.

Selain itu, dokumen yang dirilis di Amerika Serikat menunjukkan bahwa Pangeran Andrew telah melakukan empat penerbangan dengan jet pribadi milik Epstein.

Catatan penerbangan mengungkapkan bahwa ia terbang dari Luton ke Edinburgh pada 1 September 2006 bersama Maxwell, serta melakukan penerbangan pada 12 Mei 2000 bersama Epstein, Maxwell, koki selebritas Adam Perry Lang, seorang pengawal, dan tiga orang lainnya.

Dua penerbangan lainnya dari tahun 1999 juga mencantumkan nama Pangeran Andrew, bersama petugas pengamanan kerajaan Steve Burgess.

Catatan penerbangan ini muncul setelah Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat merilis ratusan dokumen tambahan dari harta peninggalan Epstein pada hari Jumat.

Rekomendasi