KCIC Prediksi Kenaikan Penumpang Whoosh Lebaran 2026 Mencapai 4 Persen
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memproyeksikan peningkatan jumlah penumpang Whoosh Lebaran 2026 sebesar empat persen, menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap transportasi cepat ini.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memproyeksikan peningkatan signifikan pada jumlah penumpang kereta cepat Whoosh selama periode Lebaran 2026. Prediksi ini menunjukkan kenaikan sekitar empat persen dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya animo masyarakat.
Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menjelaskan bahwa pada Lebaran 2025, jumlah penumpang Whoosh tercatat mencapai sekitar 290 ribu orang. Untuk Lebaran 2026, angka ini diprediksi akan melonjak hingga sekitar 301 ribu penumpang.
Peningkatan ini menegaskan posisi Whoosh sebagai moda transportasi pilihan utama bagi masyarakat selama musim liburan panjang. KCIC berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan yang terus bertumbuh.
Proyeksi Kenaikan Penumpang Harian Whoosh
KCIC secara optimis memproyeksikan kenaikan jumlah penumpang Whoosh sebesar empat persen untuk periode Lebaran 2026. Angka ini didasarkan pada data penumpang Lebaran 2025 yang mencapai sekitar 290 ribu orang, dengan estimasi peningkatan menjadi 301 ribu penumpang pada tahun 2026.
Eva Chairunisa menjelaskan bahwa tren peningkatan ini juga tercermin dari potensi lonjakan jumlah penumpang harian. Pada Angkutan Lebaran 2025, puncak penumpang harian Whoosh berada di kisaran 23 ribu penumpang per hari.
Untuk Lebaran 2026, jumlah penumpang harian diprediksi dapat mendekati angka 25 ribu penumpang per hari. "Peningkatan jumlah penumpang tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menggunakan Whoosh sebagai pilihan transportasi selama periode libur Lebaran," kata Eva di Bandung, Minggu.
Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
KCIC telah mengidentifikasi dua periode utama yang diperkirakan akan menjadi puncak pergerakan penumpang selama masa Angkutan Lebaran 2026. Peningkatan volume penumpang diperkirakan mulai terlihat sejak 17 Maret 2026, menandai dimulainya periode mudik.
Arus mudik diprediksi akan mencapai puncaknya pada H-1 Lebaran, yaitu 20 Maret 2026. Tanggal ini menjadi momen krusial bagi banyak pemudik untuk kembali ke kampung halaman mereka.
Setelah perayaan Idul Fitri, lonjakan penumpang juga diperkirakan kembali terjadi pada H+2 Lebaran, atau tanggal 22 Maret 2026. Periode ini menandai puncak arus balik, di mana banyak masyarakat kembali ke kota domisili mereka.
Antisipasi terhadap lonjakan ini penting untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan seluruh penumpang. KCIC terus memantau dinamika pergerakan penumpang untuk mengoptimalkan operasional.
Imbauan Pemesanan Tiket Whoosh Lebih Awal
Berdasarkan pola pembelian tiket pada periode Lebaran sebelumnya, KCIC mencatat bahwa peningkatan penjualan tiket biasanya terjadi mendekati hari keberangkatan. Hal ini disebabkan oleh waktu perjalanan Whoosh yang relatif singkat, yakni sekitar 30 menit.
Masyarakat seringkali memilih untuk melaksanakan shalat Idul Fitri terlebih dahulu di kota asal sebelum melakukan perjalanan menggunakan Whoosh. Perjalanan ini umumnya bertujuan untuk berwisata atau bersilaturahmi dengan keluarga di kota tujuan.
Oleh karena itu, KCIC mengimbau masyarakat yang telah memiliki rencana perjalanan selama masa Angkutan Lebaran agar melakukan pemesanan tiket lebih awal. Pemesanan dapat dilakukan melalui kanal resmi untuk mendapatkan jadwal perjalanan yang diinginkan dan menghindari kehabisan tiket.
Pemesanan tiket lebih awal juga memberikan kepastian jadwal dan kenyamanan bagi penumpang. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan pengalaman perjalanan Lebaran yang lancar dan menyenangkan dengan Whoosh.
Sumber: AntaraNews