Arus Balik Lebaran 2026: KCIC Imbau Penumpang Whoosh Bandung Gunakan Kereta Feeder
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau penumpang Whoosh dari Bandung memanfaatkan kereta feeder saat arus balik Lebaran 2026 untuk menghindari kemacetan dan keterlambatan.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengeluarkan imbauan penting bagi para penumpang kereta cepat Whoosh yang akan kembali dari wilayah Bandung, Jawa Barat. Imbauan ini secara khusus ditujukan untuk memanfaatkan layanan kereta pengumpan atau feeder menuju Stasiun Padalarang. Langkah ini diambil menjelang puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi akan mengalami peningkatan mobilitas signifikan pada Minggu, 29 Maret.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa penggunaan kereta feeder sangat krusial untuk mengantisipasi potensi keterlambatan. Tingginya volume lalu lintas selama momentum arus balik Lebaran dapat menyebabkan kemacetan parah di jalan. Dengan demikian, layanan terintegrasi ini diharapkan mampu menjaga jadwal perjalanan penumpang tetap lancar.
Eva menambahkan, "Dengan menggunakan layanan feeder yang terintegrasi, perjalanan menuju stasiun menjadi lebih terjadwal dan bebas dari potensi kepadatan lalu lintas sehingga penumpang dapat tiba tepat waktu sebelum boarding (keberangkatan) ditutup," ujarnya. Hal ini memastikan penumpang tidak tertinggal kereta dan perjalanan arus balik mereka berjalan nyaman.
Antisipasi Lonjakan Penumpang Arus Balik Whoosh
KCIC mencatat penjualan tiket kereta cepat Whoosh telah mencapai 12 ribu hingga Minggu siang, dengan prediksi peningkatan hingga 20 ribu. Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan Whoosh untuk perjalanan Lebaran. Penjualan tiket masih terus berlangsung hingga keberangkatan terakhir.
Peningkatan jumlah penumpang dari Bandung menuju Jakarta diprediksi akan terjadi secara signifikan hari ini. Hal ini disebabkan oleh berakhirnya momen libur Lebaran dan kebijakan bekerja dari mana saja (WFA) yang telah usai. Masyarakat mulai kembali beraktivitas di ibu kota dan sekitarnya.
Eva Chairunisa menyoroti bahwa tingginya mobilitas pada masa arus balik ini mencerminkan pergerakan masyarakat. Mereka kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah menikmati liburan panjang. Oleh karena itu, persiapan matang sangat diperlukan untuk melayani kebutuhan transportasi ini.
Pentingnya Disiplin Waktu dan Pemesanan Tiket Whoosh
Mengingat tingginya volume penumpang pada masa arus balik, masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemesanan tiket. Hal ini penting agar tidak kehabisan, terutama untuk jadwal keberangkatan pada jam favorit di sore dan malam hari dari arah Bandung. Perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci kenyamanan.
Tiket Whoosh untuk masa angkutan Lebaran tahun ini dapat dipesan melalui berbagai kanal penjualan resmi yang tersedia. Penumpang bisa mengakses aplikasi Whoosh, laman web ticket.kcic.co.id, serta aplikasi mitra lainnya.
Selain itu, penumpang juga diimbau untuk disiplin waktu dan datang minimal 30 menit sebelum keberangkatan. Eva menjelaskan bahwa proses boarding akan ditutup lima menit sebelum jadwal keberangkatan. Aturan ini diterapkan demi keselamatan dan kelancaran seluruh perjalanan kereta cepat.
Mengenal Lebih Dekat Kereta Cepat Whoosh
Whoosh merupakan sebuah terobosan transportasi modern di Indonesia dan Asia Tenggara. Kereta cepat ini beroperasi dengan kecepatan impresif, mencapai hingga 350 kilometer per jam. Kehadirannya menandai era baru dalam konektivitas antar kota.
Kereta cepat Whoosh melayani rute vital yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Terdapat empat stasiun utama yang menjadi titik pemberhentiannya. Stasiun-stasiun tersebut meliputi Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon.
Integrasi layanan feeder dengan Whoosh di Stasiun Padalarang menjadi solusi efektif untuk mengatasi kepadatan lalu lintas. Hal ini memungkinkan penumpang dari Bandung dan sekitarnya mencapai stasiun dengan lebih efisien. Ini adalah bagian dari upaya KCIC untuk memberikan pelayanan terbaik.
Sumber: AntaraNews