Investor Optimistis Harga Emas Naik Pekan Ini
Menurut survei yang dilakukan oleh Kitco News, sebagian besar analis di Wall Street memprediksi harga emas akan cenderung stabil selama pekan ini.
Harga emas internasional sepanjang pekan lalu bergerak tanpa arah jelas setelah sebelumnya diguncang isu tarif dari Swiss. Sentimen pasar yang bercampur, mulai dari rilis data inflasi hingga survei konsumen, membuat pelaku pasar enggan membuka posisi agresif.
Menurut laporan Kitco News, Senin (18/8), emas spot dibuka di level USD3.394,89 per ons pada awal pekan.
Namun tekanan jual muncul setelah isu tarif mereda, mendorong harga terkoreksi ke USD3.373 dan bahkan sempat jatuh di bawah USD3.350 pada Senin pagi. Hingga pertengahan pekan, pergerakan harga emas cenderung sideways dalam kisaran sempit sekitar USD30.
Emas sempat menyentuh level terendah di USD3.335 pada Selasa, lalu bangkit ke USD3.367 sehari setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sesuai ekspektasi pasar.
Survei Kitco News menunjukkan mayoritas analis Wall Street memperkirakan harga emas akan tetap stagnan pekan ini. Namun, berbeda dengan pandangan analis, investor ritel justru lebih optimistis harga emas akan menguat.
“Banyak hal bergantung pada hasil pertemuan hari ini antara Presiden Trump dan Presiden Putin,” ujar Adrian Day, Chairman dan CEO Adrian Day Asset Management.
Bagaimana dengan Anda pesimistis atau optimistis?
Adrian menilai harga emas berpotensi tetap stabil jika The Fed melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter. Menurutnya, pasar sudah mengantisipasi pemangkasan suku bunga pada September mendatang.
Sementara itu, Colin Cieszynski dari SIA Wealth Management memilih bersikap netral. Ia menilai dua agenda besar—pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin serta simposium tahunan Jackson Hole—dapat menjadi faktor penentu arah pasar emas dalam waktu dekat.
Pandangan lebih optimistis disampaikan James Stanley dari Forex.com. Ia menilai emas kini berada di area support yang krusial dan berpotensi menguat jika The Fed menegaskan sikap dovish dalam simposium Jackson Hole.
Ole Hansen, analis dari Saxo Bank, menambahkan bahwa meskipun data inflasi produsen AS sempat menekan harga emas, tren jangka panjang tetap menunjukkan arah bullish.
“Narasi bullish jangka panjang yang dibangun di sekitar pelonggaran kebijakan The Fed dan risiko stagflasi masih terjaga,” ujarnya.
Hasil survei dari Kitco
Hansen memproyeksikan bahwa harga emas akan berfluktuasi di sekitar USD 3.350 dengan rentang pergerakan mencapai USD 200. Ia juga menekankan bahwa permintaan ETF masih menunjukkan tren positif, dengan kepemilikan mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, yaitu 2.878 ton.
Sementara itu, Daniel Pavilonis dari RJO Futures menilai bahwa pergerakan teknikal harga emas masih bergerak sideways setelah adanya lonjakan tarif di Swiss.
Meskipun demikian, ia meyakini bahwa ada potensi penguatan harga emas jika The Fed mulai melakukan pemangkasan suku bunga di tengah meningkatnya inflasi.
Dalam survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco, sepuluh analis Wall Street memberikan pandangan mereka mengenai harga emas.
Hanya satu analis atau sekitar 10% yang memperkirakan bahwa harga emas akan naik dalam waktu dekat, sementara satu analis lainnya memprediksi penurunan, dan delapan analis (80%) beranggapan bahwa harga emas akan tetap bergerak sideways.
Di sisi lain, hasil jajak pendapat daring yang melibatkan 183 responden menunjukkan pandangan yang berbeda. Dari jumlah tersebut, 115 pedagang ritel (63%) optimis bahwa harga emas akan mengalami kenaikan, 33 responden (18%) memperkirakan penurunan, dan 35 responden (19%) meyakini bahwa harga emas akan stagnan.
Kebijakan Federal Reserve ditunggu-tunggu
Minggu depan, perhatian pasar akan terfokus pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve. Beberapa data ekonomi dari Amerika Serikat akan dirilis, termasuk informasi mengenai perumahan, izin bangunan, serta laporan terkait sektor manufaktur dan tenaga kerja.
Pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam Simposium Jackson Hole yang akan berlangsung pada hari Jumat menjadi momen yang paling dinanti. Pernyataan Powell diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai kebijakan suku bunga The Fed, yang akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga emas di masa mendatang.