Indoplas Kucurkan Rp2,6 Triliun untuk Proyek PSEL Tangsel, Bakal Hasilkan Listrik 23,5 MW!
PT Indoplas Tianying Energy siap investasi Rp2,6 triliun bangun fasilitas PSEL Tangsel di TPA Cipeucang. Proyek ini akan olah 1.100 ton sampah per hari dan hasilkan listrik 23,5 MW.
PT Indoplas Tianying Energy, sebuah perusahaan patungan antara PT Indoplas Energy Hijau (anak usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk) dan China Tianying Inc., mengambil langkah signifikan. Mereka mengumumkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Banten. Proyek ambisius ini menelan investasi fantastis senilai Rp2,6 triliun.
Pembentukan Indoplas Tianying Energy sebagai badan usaha pelaksana (BUP) proyek ini menunjukkan komitmen kuat dari OASA dan CNTY. Tujuannya adalah mewujudkan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah perkotaan yang semakin kompleks. Fasilitas PSEL Tangsel ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam upaya pemerintah mengurangi volume sampah.
Direktur Utama PT Indoplas Tianying Energy, Bobby Gafur Umar, menyatakan bahwa “PSEL Tangsel ini akan menjadi kontribusi konkret kami mendukung program pemerintah mengurangi volume sampah sekaligus menyediakan energi bersih bagi masyarakat.” Ditargetkan mulai konstruksi awal 2026, fasilitas ini diharapkan selesai dalam tiga tahun dan menjadi model pengelolaan sampah berbasis teknologi di Indonesia.
Mewujudkan Solusi Berkelanjutan: PSEL Tangsel sebagai Model Pengelolaan Sampah
Dengan investasi mencapai Rp2,6 triliun, proyek PSEL Tangsel akan dioperasikan dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT) selama 30 tahun. Skema ini memastikan pengelolaan jangka panjang dan transfer aset kepada pemerintah setelah masa konsesi berakhir. Ini merupakan langkah strategis dalam infrastruktur pengelolaan limbah nasional.
Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas pengolahan yang sangat besar, mampu mengolah 1.100 ton sampah per hari. Rinciannya meliputi 1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama yang telah menumpuk di TPA. Kapasitas ini menunjukkan skala proyek yang signifikan dalam menangani masalah sampah di Tangerang Selatan.
Untuk mencapai efisiensi dan ramah lingkungan, PSEL Tangsel akan mengadopsi teknologi Moving Grate Incinerator (MGI) yang modern. Teknologi ini dikenal efektif dalam mengubah sampah menjadi energi dengan emisi yang terkontrol.
Berikut adalah detail penting mengenai kapasitas dan output proyek PSEL Tangsel:
- Investasi: Rp2,6 triliun
- Skema: Build-Operate-Transfer (BOT) selama 30 tahun
- Kapasitas Olah Sampah: 1.100 ton per hari (1.000 ton sampah baru, 100 ton sampah lama)
- Teknologi: Moving Grate Incinerator (MGI)
- Produksi Listrik: Hingga 23,5 megawatt, disalurkan ke jaringan nasional
Keberadaan PSEL Tangsel tidak hanya akan mengurangi volume sampah secara drastis. Lebih dari itu, proyek ini juga akan mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. Dengan menghasilkan energi bersih dari sumber terbarukan, PSEL ini menjadi contoh nyata sinergi antara pengelolaan lingkungan dan penyediaan energi.
Kolaborasi Strategis dan Tahapan Proyek PSEL Tangsel
Proyek PSEL Tangsel merupakan buah kolaborasi strategis antara PT Indoplas Energy Hijau (IEH) dari Indonesia dan China Tianying Inc. (CNTY) dari China. CNTY sendiri merupakan penyedia teknologi pengolahan limbah terkemuka. Kemitraan ini menggabungkan kekuatan lokal dengan keahlian teknologi global.
Sebelum dimulainya proyek ini, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), induk dari IEH, telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Pemenang Lelang Tender Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan. SK penetapan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).
SK penetapan tersebut secara resmi dikeluarkan pada tanggal 17 April 2025. Dengan fondasi hukum yang kuat dan dukungan pemerintah daerah, proyek PSEL Tangsel ditargetkan memasuki tahap konstruksi pada awal 2026. Estimasi penyelesaian proyek ini adalah dalam waktu tiga tahun.
Setelah rampung, fasilitas PSEL Tangsel ini diharapkan segera beroperasi penuh. Kehadirannya akan memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan pasokan energi di wilayah Tangerang Selatan serta mendukung program energi bersih nasional.
Sumber: AntaraNews