Menakar Fiskal & Moneter
Menakar Fiskal & Moneter Lihat Selengkapnya
Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Gempa M 5,8 di Bolmong Selatan, Guncangan Terasa sampai Gorontalo

{{caption}}
Pemprov DKI Anggarkan Rp 200 M Lebih, Ratusan Sekolah di Jakarta Siap-Siap Gratis

{{caption}}
Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: Derby Classic RRQ vs EVOS, Akankah Sang Raja Makin Terpuruk?

{{caption}}
Aktivitas Prabowo di Sabtu Pagi: Berenang Jam 05.00, Lanjut ke Magelang

{{caption}}
Legenda Arsenal Aaron Ramsey Senang Bisa Kembali ke Indonesia Setelah 13 Tahun

{{caption}}
Pramono Minta BUMD Jakarta Berani Ekspansi ke Luar Negeri: Tidak Jago Kandang

Topik Terkait
{{caption}}
Neraca Perdagangan Indonesia Surpulus 69 Bulan Berturut-turut Hingga Januari 2026

Surplus tersebut ditopang oleh kinerja positif perdagangan komoditas non-migas, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.

BPS
{{caption}}
Total Impor Indonesia Januari-Desember 2025 Capai USD 241,86 Miliar, Paling Banyak dari AS dan China

Untuk rinciannya, nilai impor migas tercatat USD 32,77 miliar atau turun 9,67 persen.

{{caption}}
Data BPS: Impor November 2025 Naik 0,46 Persen

Pada November 2025, terjadi penurunan impor untuk golongan penggunaan barang konsumsi dan bahan baku atau penolong secara tahunan.

BPS
{{caption}}
Impor Indonesia September 2025 Tumbuh 7,17 Persen, Barang Ini Jadi Pendorong Utama

BPS mencatat nilai impor Indonesia September 2025 naik 7,17 persen menjadi USD 20,34 miliar, didorong peningkatan impor nonmigas dan barang modal.

BPS
{{caption}}
Nilai Impor Indonesia Agustus 2025 Anjlok 6,56 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

Pada Agustus 2025, terjadi penurunan impor untuk golongan penggunaan barang konsumsi dan bahan barang baku penolong secara tahunan.

{{caption}}
64 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan RI Surplus USD 5,49 Miliar di Agustus 2025

Surplus pada Agustus 2025 ditopang surplus pada komoditas non-migas sebesar USD 7,15 miliar.

BPS
{{caption}}
Surplus Neraca Perdagangan Juli 2025 Jadi Faktor Penunjang Ketahanan Ekonomi, Nonmigas Jadi Pendorong Utama

Surplus neraca perdagangan yang lebih besar terutama berasal dari peningkatan surplus pada neraca perdagangan nonmigas.

{{caption}}
BPS: Impor Juli 2025 Turun Sebesar 5,86%

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa impor mengalami penurunan tahunan, yang dipicu oleh turunnya impor migas dengan kontribusi sebesar 4,78 persen.

BPS
{{caption}}
Impor Indonesia Turun 15,18% pada Januari 2025

Nilai impor non-migas dari kawasan ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan.

{{caption}}
BPS Catat Impor Bulan November Turun 10,71 Persen

Penurunan nilai impor secara bulanan ini didorong oleh nilai impor non migas.

{{caption}}
Nilai Impor Indonesia Anjok di Agustus 2024

Impor migas mencapai USD 2,65 miliar atau turun 25,56 persen secara bulanan,

{{caption}}
BPS Kasih Bukti Masyarakat Indonesia Suka Pakai Hp Impor

Impor nonmigas mencapai USD18,18 miliar. Angka ini naik 19,76 persen dibandingkan Juni 2024.

BPS
{{caption}}
Pemerintah Siapkan US$6 Miliar Pendanaan Industri Padat Karya, Tekstil Jadi Prioritas Revitalisasi

Pemerintah Indonesia mengalokasikan US$6 miliar untuk Pendanaan Industri Padat Karya melalui skema co-invest/co-financing, dengan fokus utama pada revitalisasi industri tekstil yang berpotensi besar meningkatkan ekspor.

{{caption}}
Airlangga: Pembentukan BUMN Tekstil Masih Dikaji, Dana US$6 Miliar Disiapkan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan rencana pembentukan BUMN Tekstil masih dalam tahap kajian mendalam, meskipun dana US$6 miliar telah disiapkan untuk penguatan industri.

{{caption}}
PPATK Temukan Aliran Dana Ilegal Rp12,4 Triliun di Rekening Karyawan Tekstil

PPATK mengungkap dugaan penyembunyian omzet Rp12,49 triliun di sektor tekstil melalui penggunaan rekening karyawan sebagai modus transaksi ilegal.

{{caption}}
Kemenkum: Sengketa Ahli Waris PT Pakerin Berdampak Konflik Keluarga

Dalam data tersebut, struktur kepemilikan saham PT Pakerin meliputi PT Inti Anugerah sebanyak 339,2 juta lembar saham atau Rp169,6 miliar.

{{caption}}
Pemerintah Turun Tangan Selesaikan Permasalahan PT Pakerin, Pastikan Karyawan Tak Terdampak Sengketa

Dia mengatakan bahwa sengketa tersebut sudah masuk ranah pengadilan, namun Kemenkum berupaya untuk melakukan mediasi sebagai langkah alternatif.

{{caption}}
Gara-Gara Konflik Keluarga, 2.500 Buruh Pabrik Kertas di Jawa Timur Terancam Kena PHK

Akar masalahnya bermula pada konflik keluarga, di mana terjadi perseteruan di internal keluarga antar ahli waris.

{{caption}}
Kemenperin Soroti 5 Perusahaan Abai Laporan, Kepatuhan Industri Tekstil Kunci Daya Saing RI

Kementerian Perindustrian menyoroti rendahnya kepatuhan pelaporan di industri tekstil, terutama di kalangan anggota APSyFI. Kepatuhan Industri Tekstil sangat penting untuk menjaga daya saing nasional.

{{caption}}
Ternyata, Presiden Jokowi Sudah Ingatkan soal Impor Tekstil Ilegal Sejak 2015

Ada selisih sebesar USD2,94 miliar atau sekitar Rp43 triliun ini menunjukkan adanya impor yang tidak tercatat oleh BPS.

{{caption}}
Banyak Pihak Penasaran Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan, Bea Cukai Diminta Segera Klarifikasi

Pertanyaan ini muncul seiring dengan implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 yang memicu polemik.

{{caption}}
Barang Impor Ilegal Bakal Diberi Ke Perusahaan Secara Gratis, AMTI: Blunder Fatal, Nanti Produk Pasti Masuk Pasar

Agus menyatakan tidak ada industri yang menggunakan produk impor ilegal sebagai bahan bakar di perusahaannya.

{{caption}}
Mendag Zulhas Tak akan Revisi Aturan yang Dituding Jadi Penyebab Maraknya Produk Impor di Indonesia

Permendag tersebut pada 17 Mei 2024 menyebabkan impor TPT kembali naik pada bulan Mei 2024.

{{caption}}
Indonesia Dibanjiri Produk Tekstil Impor Hingga Berujung PHK, Ternyata Ini Penyebabnya

Lonjakan impor pada Mei 2024 menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dengan perlindungan produsen dalam negeri.