Harga Emas Dunia Berpeluang Sentuh USD3.615 Awal Pekan Ini
Jika titik itu dilewati, tren penguatan akan semakin solid dengan target kenaikan lebih tinggi.
Harga emas dunia menutup perdagangan akhir pekan di level USD 3.587 per troy ounce. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi tren penguatan emas masih akan berlanjut pada pekan depan.
Menurutnya, peluang emas menembus level USD 3.615 cukup besar. Jika titik itu dilewati, tren penguatan akan semakin solid dengan target kenaikan lebih tinggi.
"Bahwa dalam penutupan pasar Sabtu pagi, harga emas dunia ditutup di USD 3.587. Ada kemungkinan besar harga emas ini akan kembali menguat di level USD 3.615," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Minggu (7/9).
Ibrahim menyebut USD 3.613 sebagai level krusial yang berfungsi layaknya pintu gerbang menuju kenaikan berikutnya. Dengan momentum beli yang kuat, emas berpotensi melesat ke USD 3.670 pada Oktober, lalu menutup tahun di sekitar USD 3.700.
"Harus ingat berdasarkan teknikal di pagi ini, harga emas dunia sampai akhir tahun berdasarkan monthly itu di USD 3.700. Jadi ada kemungkinan besar dalam transaksi di hari Senin, ini akan menuju USD 3.613," tambahnya.
Optimisme ini juga didorong oleh meningkatnya minat investor global pada aset safe haven, di tengah ketidakpastian pasar keuangan menjelang keputusan penting bank sentral Amerika Serikat (AS).
Ekspektasi The Fed Jadi Faktor Kunci
Ibrahim menilai faktor fundamental ikut memperkuat tren bullish. Data tenaga kerja AS yang melemah membuat pasar meyakini Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 16–17 September 2025.
"Ini yang membuat spekulasi Bank Central Amerika menurunkan suku bunga sehingga banyak investor besar mengambil posisi beli sampai di level USD 3.613 di hari Senin," jelas Ibrahim.
Ia menambahkan, tingkat pengangguran AS yang turun menjadi 4,3% menjadi sinyal tambahan melemahnya pasar tenaga kerja, sehingga memberi ruang lebih besar bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Risiko Koreksi Tetap Ada
Meski prospek penguatan emas kuat, Ibrahim mengingatkan adanya potensi koreksi dalam jangka pendek.
Hal ini bisa terjadi jika investor mengambil keuntungan atau jika The Fed mengeluarkan sinyal berbeda dari ekspektasi.
Menurutnya, support pertama berada di USD 3.570, sementara support terendah ada di kisaran USD 3.550.
"Seandainya harga emas koreksi, ada kemungkinan besar dia kembali ke level USD 3.570. Kemudian harga terendah kalau seandainya koreksi di USD 3.550. Jadi USD 3.570, kemudian support terendahnya adalah di USD 3.550," pungkasnya.