Fakta Unik: PGN Bangun IPAL Komunal, Tekan Limbah Pabrik Tahu Jombang hingga 77%!
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) serius atasi masalah lingkungan di Jombang. Dengan pembangunan IPAL Pabrik Tahu Jombang, limbah cair dari 88 usaha rumahan berhasil ditekan drastis, bagaimana dampaknya bagi lingkungan dan ekonomi lokal?
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Jombang, Jawa Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk menekan volume limbah cair yang dihasilkan oleh puluhan pabrik tahu rumahan di wilayah tersebut. Pembangunan IPAL ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial (CSR) PGN yang bertajuk Community Development Kampung Pangan Berwawasan Lingkungan, Higienis dan Tenar (BERSINAR).
Kolaborasi strategis antara PGN, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan Pemerintah Daerah Jombang menjadi kunci utama dalam merumuskan solusi terpadu untuk isu lingkungan yang ada. Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, menyatakan, "PGN berkolaborasi dengan KLH dan Pemda Jombang untuk merumuskan solusi yang terpadu untuk mengatasi isu lingkungan yang ada." Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat menyeluruh bagi masyarakat sekitar.
Peletakan batu pertama pembangunan IPAL Komunal yang dilakukan pada Selasa (16/9) menandai dimulainya program Kampung Pangan BERSINAR. Program ini berfokus pada pendekatan Life Cycle Assessment (LCA), sebuah metode sistematis untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan mengidentifikasi proses optimal. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih hijau, masyarakat yang lebih berdaya, dan ekonomi lokal yang lebih tangguh.
Tantangan Limbah Pabrik Tahu di Jombang
Kecamatan Jogoroto, Jombang, dikenal sebagai sentra produksi tahu dengan sekitar 88 pabrik tahu rumahan yang beroperasi setiap hari. Usaha-usaha ini membutuhkan pasokan kedelai mencapai 84 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan produksi. Meskipun menyerap ribuan tenaga kerja dan memberikan penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR), industri ini juga membawa tantangan besar terkait pengelolaan limbah.
Dari proses produksi tahu tersebut, dihasilkan limbah cair dengan volume yang sangat besar, mencapai sekitar 1.260 meter kubik atau setara 1.260.000 liter per hari. Limbah ini memiliki kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) yang tinggi, mencapai 4.200 kilogram per hari. Kondisi ini menyebabkan pencemaran serius pada sungai-sungai di Jombang, mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Bupati Jombang, Warsubi, mengakui bahwa pengelolaan limbah produksi tahu yang mencemari sungai merupakan tantangan signifikan. "Kami sangat berterima kasih atas kerja sama pembangunan IPAL Komunal antara KLH dan DLH Jombang dengan dukungan penuh dari Pertamina Grup melalui PGN," ujarnya. Dukungan ini diharapkan dapat mengatasi persoalan lingkungan yang telah berlangsung lama dan memberikan solusi berkelanjutan.
Manfaat dan Dampak IPAL Komunal
Melalui pembangunan IPAL Komunal, PGN berhasil menekan kadar BOD secara signifikan. Data menunjukkan bahwa setelah pengolahan, kadar BOD berhasil ditekan menjadi hanya 960 kilogram per hari. Penurunan ini setara dengan pengurangan limbah sebesar 77%, menunjukkan efektivitas pengolahan limbah yang dilakukan.
Kualitas limbah yang dihasilkan setelah melalui IPAL Komunal menjadi lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan standar pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Hal ini tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap sungai dan lingkungan sekitar, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang sehat. Program ini juga diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dengan menyediakan lingkungan kerja yang lebih bersih dan sehat.
Secara keseluruhan, program Kampung Pangan BERSINAR dan pembangunan IPAL Pabrik Tahu Jombang oleh PGN memberikan manfaat ganda. Selain mengatasi masalah pencemaran lingkungan, inisiatif ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. PGN berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program-program CSR yang inovatif dan berdampak positif.
Sumber: AntaraNews