Gubernur Jatim Khofifah Perkuat Ukhuwah dengan Silaturahmi ke Ulama Kharismatik Jelang Lebaran 2026

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ukhuwah dengan mengunjungi ulama kharismatik di Jombang menjelang Idul Fitri 2026, meneguhkan tradisi sowan yang kaya nilai spiritual dan sosial.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jatim Khofifah Perkuat Ukhuwah dengan Silaturahmi ke Ulama Kharismatik Jelang Lebaran 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ukhuwah dengan mengunjungi ulama kharismatik di Jombang menjelang Idul Fitri 2026, meneguhkan tradisi sowan yang kaya nilai spiritual dan sosial. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali memperkuat tali silaturahmi dengan mengunjungi ulama kharismatik di Kabupaten Jombang. Kunjungan ini dilakukan menjelang perayaan Idul Fitri 2026, menegaskan pentingnya tradisi sowan yang telah mengakar kuat di masyarakat Jawa Timur.

Khofifah menyambangi Pondok Pesantren Tebuireng dan Pondok Pesantren Tambakberas, dua institusi pendidikan Islam terkemuka di Jawa Timur. Langkah ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah serta memohon doa restu demi keberkahan wilayah dan kemajuan masyarakat.

Tradisi sowan kepada kiai dan nyai ini merupakan bagian integral dari budaya masyarakat Jawa Timur yang sarat nilai spiritual. Ini juga menjadi momentum penting untuk memperkokoh hubungan harmonis antara umara (pemimpin) dan ulama (tokoh agama).

Pentingnya Silaturahmi dan Nilai Spiritual Jelang Idul Fitri

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa tradisi sowan kepada kiai dan nyai adalah bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa Timur. Tradisi ini kaya akan nilai spiritual dan menjadi bentuk penghormatan kepada para guru agama. Selain itu, sowan juga mempererat ukhuwah serta menjadi sarana memohon doa dan nasihat.

“Silaturahmi ini jadi bagian dari ikhtiar mempererat hubungan silaturahmi kepada guru-guru kita, serta memohon doa agar Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kemajuan,” kata Khofifah di Jombang. Ia menekankan bahwa momen ini krusial untuk menjaga harmoni sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

Menjelang Idul Fitri, tradisi sowan tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas keagamaan semata. Menurut Khofifah, ini adalah warisan budaya pesantren yang memiliki nilai sosial dan spiritual yang mendalam. Tradisi ini juga menjadi wasilah untuk ngalap berkah (mencari berkah).

Momentum Idul Fitri dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan dan saling memaafkan. Khofifah berharap nilai-nilai keislaman dapat semakin diteguhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini juga diharapkan dapat terus dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kunjungan ke Pesantren dan Ziarah Makam Tokoh Nasional

Dalam rangkaian kunjungannya, Gubernur Khofifah disambut hangat oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Gus Kikin juga menjabat sebagai Ketua PWNU Jatim, menunjukkan eratnya hubungan antara pemerintahan daerah dan organisasi keagamaan.

Di sela kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Gus Kikin melaksanakan ziarah ke makam pendiri NU, Hadratusy Syeikh K.H. M. Hasyim Asy'ary. Mereka juga berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang berada di komplek Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Ziarah tersebut berlangsung khusyuk dengan pembacaan doa dan tahlil, serta ditutup dengan tabur bunga. Ini merupakan bentuk penghormatan mendalam kepada para tokoh bangsa dan agama yang telah berjasa besar. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai sejarah dan spiritual yang dipegang teguh.

Selain Tebuireng, Gubernur Jatim juga bertemu dengan tokoh nyai sepuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid. Beliau merupakan Mustasyar PBNU, menunjukkan representasi ulama perempuan yang dihormati. Pertemuan ini menegaskan kembali peran penting ulama dalam pembangunan moral dan sosial daerah.

Pelestarian Tradisi untuk Pembentukan Karakter Generasi Muda

Khofifah menekankan pentingnya melestarikan tradisi sowan ini, khususnya bagi generasi muda. Ia berharap kebiasaan baik ini dapat ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter. Ini adalah upaya untuk memperkuat nilai-nilai akhlak dan budi pekerti luhur.

“Generasi muda harus kita biasakan dan tanamkan kebiasaan baik seperti ini. Saya rasa perlu mencontohkan uswatun hasanah (teladan yang baik) untuk pembinaan akhlak amaliyah ubudiyah generasi kekinian,” ujar Khofifah. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap pendidikan moral dan spiritual berkelanjutan.

Tradisi sowan juga berperan sebagai jembatan penting dalam mempererat hubungan antara umara (pemimpin) dan ulama (tokoh agama). Dengan demikian, tercipta harmoni sosial yang kuat serta keberlanjutan nilai-nilai kultural yang telah mengakar di masyarakat Jawa Timur. Ini mendukung stabilitas dan kemajuan daerah secara holistik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi