Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Kabar duka ini menyelimuti keluarga besar KPAI serta seluruh pihak yang peduli terhadap perlindungan anak di Indonesia. Almarhumah menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama 13 hari akibat sakit yang dideritanya.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengonfirmasi berita duka tersebut dan menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia menyebut Margaret sebagai sosok pemimpin berdedikasi tinggi dan berintegritas. Kontribusi almarhumah dalam memperjuangkan hak-hak anak di Tanah Air akan selalu dikenang.
Margaret Aliyatul Maimunah dirawat di RS Fatmawati sejak 17 Februari 2026 sebelum akhirnya berpulang pada pukul 08.25 WIB. Kepergiannya meninggalkan jejak pengabdian yang kuat dalam upaya pengawasan dan advokasi demi terciptanya lingkungan aman bagi anak-anak.
Advertisement
Advertisement
Selama masa kepemimpinannya di KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah dikenal sebagai pribadi yang hangat, tegas, dan memiliki integritas tinggi dalam mengemban amanah. Ia secara konsisten menguatkan peran pengawasan dan advokasi lembaga. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
Jasra Putra mengungkapkan bahwa Margaret memperkuat prinsip kolektif-kolegial antar komisioner KPAI. Selain itu, almarhumah juga berperan aktif dalam memperluas jejaring kemitraan KPAI. Hal ini merupakan salah satu fungsi penting KPAI dalam menjalankan tugasnya.
"Kontribusi serta pengabdian beliau bagi perlindungan anak di Indonesia akan selalu menjadi teladan dan inspirasi bagi kami semua," ujar Jasra Putra. Ia menambahkan bahwa Margaret juga berjuang untuk penguatan lembaga KPAI sebagai tindak lanjut dari concluding observation CRC atau Komite Hak Anak PBB. Ini terkait laporan pemerintah Indonesia ke-5 dan 6.
Advertisement
Advertisement
Margaret Aliyatul Maimunah, yang lahir pada 11 Mei 1978, dikenal sebagai seorang aktivis perempuan yang gigih. Selain menjabat sebagai Ketua KPAI, almarhumah juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Peran ganda ini menunjukkan komitmennya terhadap isu-isu sosial dan pemberdayaan.
Beliau merupakan putri kedua dari pasangan Mohammad Faruq dan Lilik Chodijah Aziz Bisri. Jejak pendidikannya dimulai dari lingkungan pesantren. Margaret menempuh pendidikan dasar, MTs, dan MAN di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Perjalanan akademisnya berlanjut dengan meraih gelar sarjana di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kemudian, ia menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia pada Program Studi Kajian Wanita pada tahun 2009. Latar belakang pendidikan yang kuat ini membentuk pemikiran dan perjuangannya.
Advertisement
Advertisement
Setelah disemayamkan, jenazah almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah akan dimakamkan di kampung halamannya di Jombang, Jawa Timur. Para Komisioner KPAI turut serta mengantar kepergian beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ini menunjukkan rasa hormat dan kehilangan yang mendalam dari rekan-rekan kerjanya.
"Saya sedang dalam perjalanan bersama Komisioner KPAI Kawiyan, Aris Adi Leksono ke Jombang," kata Jasra Putra. Kehadiran para komisioner adalah bentuk penghormatan terakhir. Mereka ingin memastikan almarhumah mendapatkan tempat peristirahatan yang layak.
Keluarga besar KPAI menyampaikan doa terbaik bagi Margaret Aliyatul Maimunah. Mereka berharap Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah dan mengampuni segala khilafnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews