BRI Peduli Latih Warga Bogor Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun Ramah Lingkungan
Pengurus Bank Sampah Azalea Bogor Endah Diana, menyebutkan bahwa pelatihan dari BRI membawa banyak manfaat bagi masyarakat sekitar.
Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia. Setiap harinya, jutaan ton sampah dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, industri, dan perkantoran, namun belum seluruhnya terkelola dengan baik. Sampah yang tidak tertangani tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli-Yok Kita Gas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah. Program ini secara nyata membantu mengurangi permasalahan lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.
Kali ini, BRI Peduli Yok Kita Gas kembali hadir melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah yang digelar di Bank Sampah Azalea, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini melibatkan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Babakan serta pengurus dan anggota bank sampah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk bermanfaat seperti sabun cuci piring dan sabun cuci tangan. Tidak hanya teori, peserta juga mempraktikkan langsung cara pembuatan sabun dari minyak jelantah.
Salah satu penerima manfaat, pengurus Bank Sampah Azalea Bogor Endah Diana, menyebutkan bahwa pelatihan dari BRI membawa banyak manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Selama ini, kami menjual minyak jelantah tersebut ke bank sampah induk. Namun, setelah mengikuti pelatihan ini, kami dapat mengolah minyak jelantah sendiri menjadi produk yang bisa kami gunakan kembali. Hasil olahan tersebut juga nantinya bisa memberikan keuntungan yang cukup besar apabila kami jual," ungkap Endah, Jumat (24/10/2025).
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa pelatihan ini mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak bekas.
"Proses ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi produk yang berguna," ungkapnya.
Dhanny menambahkan, kegiatan ini membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Produk sabun hasil olahan dapat dikembangkan menjadi usaha ramah lingkungan yang bernilai jual.
"Tentunya pelatihan ini membawa dampak positif ganda, baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," imbuhnya.