Lebih dari 400 Business Matching Dilakukan, Wamendag Dorong Perluasan Pasar UMKM Global
Kemendag telah menggelar lebih dari 400 kegiatan business matching untuk memperluas jangkauan pasar.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginisiasi lebih dari 400 kegiatan business matching. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar bagi komoditas dan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Upaya strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Kegiatan business matching tersebut tersebar di berbagai lokasi, dengan fokus utama pada fasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Wamendag menegaskan pentingnya sinergi antara UMKM dengan pasar internasional untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Wamendag Dyah Roro Esti saat berada di Bandarlampung, Lampung, pada Sabtu (06/9). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang dinamis dan kebutuhan untuk terus memperkuat fondasi ekonomi domestik. Pemerintah bertekad menjadikan UMKM sebagai pilar utama dalam peningkatan devisa negara.
Fokus Kemendag pada UMKM Ekspor
Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara konsisten menempatkan program fasilitasi UMKM agar mampu menembus pasar ekspor sebagai salah satu prioritas utama. Wamendag Dyah Roro Esti menjelaskan bahwa ini bukan hanya tentang perdagangan internasional, tetapi juga tentang penguatan pilar ekonomi domestik. Melalui business matching, pelaku usaha dipertemukan langsung dengan calon pembeli atau mitra dari luar negeri.
Lebih dari 400 kegiatan business matching yang telah terlaksana hingga saat ini menunjukkan komitmen serius pemerintah. "Jadi kami terus mendorong ke depannya, bila ada pelaku usaha atau UMKM yang membutuhkan bantuan salah satunya untuk memperluas pasar produk. Dan disingkronkan atau disinergikan dengan pasar yang ada di luar negeri," ujar Dyah Roro Esti. Inisiatif ini mencakup bimbingan teknis, pendampingan, hingga promosi produk di kancah global.
Fasilitasi ekspor bagi UMKM menjadi krusial mengingat kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Dengan meningkatkan kapasitas ekspor UMKM, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu. Hal ini juga membuka peluang diversifikasi produk ekspor dan peningkatan nilai tambah.
Peran Perluasan Pasar dalam Perekonomian Daerah
Anggota DPR RI, Rycko Menoza, turut memberikan tanggapan mengenai urgensi perluasan pasar di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. "Saat ini kondisi ekonomi sedang tidak normal, oleh karena itu perlu terus meningkatkan keunggulan yang ada di daerah untuk mendongkrak ekonomi kembali," kata Rycko. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya potensi lokal sebagai motor penggerak ekonomi.
Perluasan perdagangan produk dan komoditas daerah secara maksimal diyakini dapat memberikan dampak signifikan. Ini tidak hanya meningkatkan perekonomian di tingkat daerah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan devisa negara secara keseluruhan. Fokus pada keunggulan spesifik setiap daerah menjadi kunci dalam strategi ini, seperti yang ditekankan untuk Lampung.
Rycko Menoza menambahkan, "Jadi kita pun harus berfokus pada tujuan utama yakni mendongkrak Lampung menjadi daerah yang unggul dalam perdagangan produk dan komoditas daerah di skala nasional hingga internasional. Untuk meningkatkan ekonomi nasional." Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, didukung oleh inisiatif seperti business matching, menjadi fondasi kuat untuk mencapai target tersebut. Dengan demikian, produk-produk lokal dapat bersaing di pasar global.
Sumber: AntaraNews