Fakta Menarik: Capaian LTT Padi Maluku Melonjak 54 Persen, Ini Rahasianya!
Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku mencatat Capaian LTT Padi Maluku mencapai 54% per Agustus 2025. Bagaimana strategi mereka mencapai target ini?
Ambon, Maluku – Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku berhasil mencatat peningkatan signifikan dalam Luas Tambah Tanam (LTT) padi. Per Agustus 2025, capaian LTT padi di Maluku telah mencapai 54 persen dari target yang ditetapkan oleh pusat.
Angka ini menunjukkan kemajuan pesat dalam upaya peningkatan produksi pangan lokal. Total lahan yang berhasil ditanami mencapai 2.238 hektar, tersebar di empat kabupaten sentra padi utama di Maluku.
Pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai strategi dan kolaborasi intensif antara BRMP Maluku dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah Maluku dan secara lebih luas, kemandirian pangan nasional.
Strategi BRMP Maluku dalam Peningkatan LTT Padi
Kepala BRMP Maluku, Gunawan, menjelaskan bahwa capaian LTT padi per 30 Agustus 2025 ini tidak lepas dari peran aktif lembaganya. BRMP Maluku secara konsisten mengawal, mendampingi, dan mengkoordinasi para petani serta kelompok tani.
Pendampingan ini memastikan penanaman padi dilakukan sesuai dengan luasan target yang telah ditentukan. Selain itu, BRMP juga rutin melaksanakan bimbingan teknis budidaya padi.
Bimbingan teknis tersebut mencakup budidaya padi sawah maupun padi gogo. Materi ini diberikan kepada penyuluh daerah dan para petani di seluruh wilayah Maluku, guna meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mereka dalam bercocok tanam.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan
Pencapaian target Capaian LTT Padi Maluku ini tidak bisa dilepaskan dari semangat kolaborasi yang kuat. BRMP Maluku menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk mempermudah koordinasi dan mempercepat realisasi target.
Mitra kolaborasi tersebut antara lain Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten, serta para penyuluh pertanian di lapangan. Lembaga lain yang turut berperan adalah Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon, Balai Wilayah Sungai (BWS), Bulog, dan Kodim.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam mengatasi berbagai tantangan di lapangan. Sinergi ini memastikan semua pihak bekerja secara terpadu demi tercapainya tujuan peningkatan produksi padi dan ketahanan pangan di Maluku.
Tantangan dan Upaya Solusi dalam Capaian LTT Padi
Meskipun menunjukkan hasil yang positif, Gunawan mengakui bahwa masih terdapat beberapa kendala di lapangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah kalender musim tanam yang kerap berbeda di kalangan petani.
Selain itu, kondisi bendungan irigasi di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), juga memerlukan perbaikan mendesak. Kondisi infrastruktur ini sangat vital untuk mendukung pertanian padi.
BRMP Maluku terus berupaya mencari solusi atas kendala-kendala tersebut dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. Dengan semangat kolaborasi dan kerja keras bersama, BRMP Maluku optimis dapat memenuhi target LTT untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Sebagai informasi, Luas Tambah Tanam (LTT) padi merupakan indikator penting dalam pembangunan pertanian. LTT menggambarkan bertambahnya luas areal sawah yang ditanami dalam periode tertentu, menjadi tolok ukur capaian program tanam. Semakin luas areal yang berhasil ditanami, semakin besar pula potensi produksi padi yang akan mendukung ketersediaan pangan dan kemandirian daerah maupun nasional.
Sumber: AntaraNews