BBRMP Maluku Dorong Modernisasi Pertanian dengan Pengembangan Alsintan SBB
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku siap mengembangkan Alsintan SBB untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian dan ketahanan pangan di Seram Bagian Barat.
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku menyatakan kesiapan untuk mengembangkan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Langkah strategis ini bertujuan mempercepat modernisasi sektor pertanian di wilayah tersebut, mendukung peningkatan produktivitas pangan. Komitmen ini muncul setelah adanya laporan kebutuhan alsintan bagi petani padi gogo di SBB.
Kesiapan ini disampaikan Kepala BBRMP Maluku Gunawan dalam pertemuan dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBB Ibrahim Tuharea di Ambon. Pertemuan konstruktif tersebut menjadi langkah awal penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini krusial untuk memastikan program pertanian berjalan optimal di lapangan.
Fokus utama pengembangan Alsintan SBB akan mencakup identifikasi kondisi eksisting alsintan yang ada dan kebutuhan petani. Data tersebut akan menjadi dasar usulan ke Direktorat Alsintan di Pusat. Upaya ini diharapkan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan dan swasembada pangan di Maluku.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Alsintan SBB
Kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBB Ibrahim Tuharea ke BBRMP Maluku menjadi momentum penting penguatan kolaborasi. Kepala BBRMP Maluku, Gunawan, menyambut langsung kehadiran Kadis Pertanian SBB bersama Ketua Tim Kerja LPMP Aksan Loou dan Kepala Seksi Penyuluh Pertanian Pusluh Tan Hamid. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama dalam memajukan sektor pertanian di Maluku.
Salah satu isu krusial yang dibahas adalah koordinasi terkait pengalihan penyuluh pertanian daerah ke Kementerian Pertanian. Sinkronisasi peran dan data penyuluh sangat diperlukan agar pelaksanaan kegiatan di lapangan tetap optimal. Hal ini memastikan bahwa dukungan terhadap petani, termasuk dalam penggunaan Alsintan SBB, dapat berjalan lancar.
Selain itu, pentingnya penyamaan data Luas Tambah Tanam (LTT) antara UPT Dinas Pertanian Kabupaten SBB dan sistem e-Pusluh turut ditekankan. Akurasi data menjadi kunci efektivitas program pertanian dan perencanaan kebutuhan alsintan. Data yang valid akan membantu dalam alokasi sumber daya yang lebih tepat sasaran.
Pemanfaatan Teknologi dan Dukungan Kebijakan
Pertemuan tersebut juga membuka ruang komunikasi lanjutan antara BBRMP Maluku dan Pemerintah Kabupaten SBB. Kepala BBRMP Maluku bersama Kepala Balai Besar BBPPTP Ambon, Kardiyono, direncanakan bersilaturahmi dengan Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman. Dukungan kebijakan dari pemerintah daerah sangat vital untuk implementasi program modernisasi pertanian.
Sinergisitas ke depan akan difokuskan pada pengembangan Alsintan SBB, didukung pemanfaatan teknologi pertanian terkini. Penggunaan teknologi canggih diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian secara signifikan. Inovasi dalam alsintan akan menjadi pendorong utama modernisasi.
Keselarasan data dan koordinasi lintas kelembagaan menjadi pilar utama dalam upaya ini. Semua pihak berkomitmen untuk bekerja sama demi mencapai tujuan peningkatan produktivitas pertanian SBB. Hal ini secara langsung akan berkontribusi pada ketahanan dan swasembada pangan di seluruh wilayah Maluku.
Sumber: AntaraNews