Emas Perhiasan 11 Kali Sumbang Inflasi Sepanjang 2025
Emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini mencatat bahwa emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar sepanjang 2025. Komoditas ini hampir selalu muncul sebagai penyumbang utama inflasi bulanan.
Ia menjelaskan, emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali sepanjang Januari hingga Desember 2025.
"Emas perhiasan memberikan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada tahun 2025. Komoditas ini menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali di tahun 2025," kata Pudji dalam Konferensi Pers BPS, Senin (5/1).
Kondisi tersebut menandai pergeseran pola inflasi, di mana tekanan harga tidak hanya berasal dari komoditas pangan bergejolak, tetapi juga dari komoditas non-pangan yang berkaitan dengan investasi dan lindung nilai.
"Secara umum, selama Januari hingga Desember 2025 Komoditas dari komponen harga bergejolak dan komponen inti memiliki frekuensi yang lebih sering muncul sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan," ujarnya.
Tren Harga Emas Dunia
Pudji menjelaskan, lonjakan harga emas perhiasan sepanjang 2025 tidak terlepas dari tren kenaikan harga emas dunia. Ketidakpastian ekonomi global mendorong masyarakat menjadikan emas sebagai aset aman, sehingga permintaan domestik ikut meningkat.
BPS mencatat, emas perhiasan menjadi salah satu komoditas dominan dalam pembentukan inflasi inti 2025, bersanding dengan biaya sewa rumah, minyak goreng, biaya pendidikan perguruan tinggi, serta kopi bubuk.
"Secara umum seluruh komponen mengalami inflasi, secara tahunan komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,38 persen dan komponen ini memberikan andil inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 1,53 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti antara lain, emas perhiasan, minyak goreng, biaya sewa rumah, biaya akademi atau perguruan tinggi, dan kopi bubuk," ujarnya.
Kontributor Utama Inflasi Tahunan 2,92 Persen
Secara kumulatif, inflasi year to date hingga Desember 2025 mencapai 2,92 persen, lebih tinggi dibandingkan periode Desember 2021–2024, kecuali pada 2022. Dalam capaian tersebut, emas perhiasan memberi andil paling besar dibanding komoditas lainnya.
Pada Desember 2025 sendiri, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,92 persen, dengan Indeks Harga Konsumen naik dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada Desember 2025. Emas perhiasan kembali masuk dalam daftar komoditas dengan kontribusi signifikan terhadap kenaikan tersebut.
"Tingkat inflasi kumulatif hingga Desember 2025 atau yang kita kenal dengan year to date yaitu sebesar 2,92 persen ini lebih tinggi dari inflasi year to date Desember di tahun 2021 hingga 2024 kecuali pada tahun 2022," pungkasnya.