Harga Emas Palembang Merangkak Naik, Tembus Rp16,6 Juta per Suku
Harga Emas Palembang kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan, mencapai Rp16,6 juta per suku setelah sempat turun, memicu pertanyaan tentang arah pasar selanjutnya.
Harga emas perhiasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Setelah sempat mengalami penurunan pada pekan lalu, kini harga emas di kota tersebut merangkak naik. Kenaikan ini menarik perhatian banyak pihak, baik pembeli maupun penjual emas.
Pergerakan harga emas ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah, dipengaruhi oleh berbagai faktor lokal maupun global. Para pelaku pasar di Palembang kini mengamati lebih lanjut bagaimana tren ini akan berlanjut. Kondisi ini juga memengaruhi keputusan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli emas.
Pada Minggu, 8 Februari, harga emas perhiasan di Palembang tercatat mencapai Rp16.600.000 per suku atau setara dengan 6,7 gram. Angka ini menunjukkan kenaikan setelah sebelumnya berada di level Rp15.600.000 per suku pada pekan lalu.
Kenaikan Harga Emas Perhiasan di Palembang
Harga emas perhiasan di Kota Palembang perlahan naik hingga mencapai Rp16.600.000 per suku atau 6,7 gram. Kenaikan ini terjadi setelah harga sempat menurun pada pekan sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp15.600.000.
Menurut Ko Awei, pemilik Toko Emas Makmur Jaya Palembang, emas yang dimaksud adalah emas perhiasan dengan kadar kemurnian tinggi, yakni 92 persen. Kenaikan ini menandai pemulihan harga setelah periode penurunan.
Harga emas perhiasan di Palembang saat ini berkisar Rp16 jutaan per suku atau 6,7 gram, meskipun setiap toko emas biasanya menjual dengan harga yang sedikit berbeda tergantung pada kadar emas perhiasan yang ditawarkan. Hal ini disampaikan oleh Noni, seorang pedagang emas di Pasar 16 Ilir Palembang.
Tren Transaksi Jual Beli Emas di Tengah Kenaikan Harga
Meskipun harga emas perhiasan di Palembang menunjukkan kenaikan, tren transaksi jual beli di kalangan masyarakat justru didominasi oleh penjualan. Ko Awei menjelaskan bahwa saat ini, sekitar 60 persen warga melakukan penjualan emas, sementara 40 persen lainnya melakukan pembelian.
Fenomena ini, yang disebut sebagai profit taking, menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memanfaatkan kenaikan harga untuk merealisasikan keuntungan dari investasi emas mereka. Kondisi ini menciptakan dinamika pasar yang menarik di Palembang.
Keputusan masyarakat untuk menjual atau membeli emas sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap pergerakan harga dan kebutuhan finansial. Meskipun demikian, pasar emas di Palembang tetap aktif dengan transaksi yang terus berlangsung.
Dinamika Harga Emas Global dan Koreksi Pasar
Kenaikan harga emas di Palembang terjadi di tengah gejolak harga emas dunia yang sempat mengalami koreksi signifikan. Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (30/1), harga emas dunia turun 9,83 persen, mencapai level US$4.864,35 per troy ons.
Bahkan, pada perdagangan intraday, harga emas sempat menyentuh level terendah US$4.680,53 per troy ons. Harga emas sempat mencapai US$5.450 sebelum akhirnya dibanting ke posisi terendah US$4.695,23 sekitar pukul 02.30 WIB.
Data LSEG menunjukkan bahwa penurunan ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pencatatan sejak Februari 1983, atau hampir 43 tahun, di mana emas ambruk 12,09 persen dalam sehari. Koreksi ini terjadi di tengah euforia harga yang sudah terlalu cepat, mengingat sepanjang Januari, emas masih menguat lebih dari 13 persen dan mencatat kenaikan bulanan keenam berturut-turut.
Sumber: AntaraNews