Harga Emas Pecah Rekor Termahal Sepanjang Sejarah, Warga China Antre Jual Perhiasan
Peningkatan harga justru mendorong banyak orang untuk menjual perhiasan mereka, bukan membelinya.
Di sebuah pusat perbelanjaan di Shanghai, puluhan orang terlihat berkerumun di sekitar mesin daur ulang emas otomatis. Mereka berharap bisa mengubah perhiasan lama dan barang-barang warisan keluarga menjadi uang tunai, terutama karena harga emas yang kini melonjak ke level tertinggi dalam sejarah.
Dikutip dari Channel News Asia, China diketahui sebagai konsumen emas terbesar di dunia. Secara tradisional, logam mulia ini dibeli oleh keluarga untuk merayakan momen-momen penting seperti kelahiran anak atau pernikahan. Namun, kali ini, peningkatan harga justru mendorong banyak orang untuk menjual perhiasan mereka, bukan membelinya.
Ketika harga emas mencapai rekor baru mendekati USD 5.600 per ons pada Kamis (29/1), mesin berwarna kuning cerah milik Kinghood Group menarik perhatian banyak orang.
"Saya tidak pernah menyangka harga emas akan naik sedramatis ini," ungkap Wu, seorang perempuan berusia 54 tahun, kepada AFP.
Wu berencana untuk menjual koin emas bergambar panda yang dibelinya pada tahun 2002, tak lama setelah kelahiran putrinya. Ia juga mengaku telah menjual sebuah cincin warisan dari mendiang ayahnya sebelumnya.
Cincin itu berhasil terjual seharga sekitar 10.000 yuan atau setara dengan USD 1.400, angka yang melonjak tajam dari harga awal 1.000 yuan yang dibayarkan ibunya puluhan tahun lalu.
Fungsi Mesin Daur Ulang
Sebuah iklan yang terpampang di mesin tersebut menginformasikan, 'Harga emas bertahan di level tertinggi sepanjang sejarah, ini saat yang tepat untuk menjual emas'.
Layar pada mesin tersebut menampilkan pergerakan harga emas dari Shanghai Gold Exchange secara real time. Di sisi lain, tayangan video langsung menunjukkan lengan robot yang memindahkan potongan emas ke timbangan, serta alat khusus yang memanfaatkan gelombang cahaya untuk mengukur kemurniannya.
Banyak warga yang mengaku harus menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan giliran. Seorang petugas terlihat mencatat antrean dan membantu memasukkan liontin berhias, cincin tempa, hingga koin peringatan ke dalam mesin.
Wu menyatakan bahwa ibunya yang sudah lanjut usia sangat antusias melihat lonjakan harga emas. Mesin daur ulang tersebut dianggap sebagai peluang untuk menambah penghasilan dari dana pensiun yang terbatas.
"Semua orang tiba-tiba membicarakan emas, dan itu membangkitkan emosi tersendiri baginya," ujar Wu kepada AFP.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya emas bagi masyarakat, terutama saat harga emas mencapai puncaknya. Kesempatan ini tidak hanya menjadi momen bisnis, tetapi juga menyentuh aspek emosional bagi banyak orang yang terlibat.
Emas Diuji Cara Dibakar
Antrean di tempat tersebut juga diikuti oleh Zhao, seorang wanita yang mengenakan medali emas dengan ukiran rumit pada kalung manik gioknya. Selain itu, ia juga terlihat memakai gelang emas berkilau di pergelangan tangannya dan membawa cincin peninggalan dari kakeknya yang telah meninggal.
Cincin tersebut dihiasi dengan karakter China yang berarti 'keberuntungan' serta gambar batangan emas tradisional. Zhao memperkirakan bahwa cincin tersebut dibeli antara tahun 1950-an hingga 1980-an dan diwariskan kepadanya awal tahun ini.
"Kalau harganya bagus, saya akan menjualnya," ungkap Zhao saat menunggu gilirannya.
Beberapa menit setelah cincin dimasukkan ke dalam mesin, layar menampilkan penawaran pembelian yang melebihi 12.000 yuan. Zhao pun segera menekan tombol ;setuju' dan mengisi data diri serta informasi rekening banknya, sementara cincin peninggalan kakeknya tampak meleleh di layar video.
"Di tempat lain, emas diuji dengan cara dibakar, tapi di sini diuji secara langsung dan transparan," jelasnya, mengungkapkan kepercayaannya terhadap mesin otomatis dibandingkan dengan pembeli tradisional.
Pemandangan transaksi bernilai besar tersebut juga menarik perhatian pengunjung mal lainnya, yang terlihat terpana melihat bagaimana perhiasan lama dapat berubah menjadi uang tunai dalam hitungan menit.
Proses yang cepat dan efisien ini membuat banyak orang penasaran dan ingin mencoba menjual barang berharga mereka dengan cara yang sama. Zhao merasa puas dengan pengalaman tersebut, karena tidak hanya mendapatkan harga yang baik, tetapi juga merasa bahwa prosesnya lebih aman dan terpercaya.