Ekonomi Israel Terancam Bangkrut Jika Perang Lawan Iran Terus Berlanjut
Di sisi lain, perang tersebut juga merugikan kedua negara hingga miliaran dolar. Bahkan, dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Perang antara Israel dan Iran sudah berlangsung tujuh hari berturut-turut. Namun, masih belum ada tanda-tanda konflik akan berakhir. Hingga hari Kamis (19/6), serangan Israel telah menewaskan 240 orang. Sementara serangan Iran telah menewaskan sedikitnya 24 orang.
Di sisi lain, perang tersebut juga merugikan kedua negara hingga miliaran dolar. Bahkan, dapat menghambat pertumbuhan ekonomi mereka serta memicu kekhawatiran atas perencanaan fiskal jangka panjang.
Menurut surat kabar bisnis Israel Calcalist, biaya kumulatif perang Gaza saja telah mencapai 250 miliar shekel atau USD 67,5 miliar pada akhir tahun 2024. Nilai tersebut sekitar Rp1.107 triliun asumsi kurs Rp16.417.
Penasihat Keuangan Kepala Staf Militer Israel, memperkirakan bahwa dua hari pertama pertempuran dengan Iran saja telah menghabiskan biaya Israel sebesar 5,5 miliar shekel sekitar USD 1,45 miliar. Nilai ini sekitar Rp23,8 triliun. Media Aljazeera memproyeksikan, apabila konflik dengan Iran terus berlanjut. Ekonomi Israel terancam bangkrut.
Kementerian Keuangan Israel menetapkan batas defisit sebesar 4,9 persen dari produk domestik bruto (PDB) Israel untuk tahun fiskal ini, yang setara dengan 105 miliar shekel setara USD 27,6 miliar. Pengeluaran militer yang lebih tinggi akan menguji hal tersebut.
Meskipun ada peningkatan proyeksi pendapatan pajak baru-baru ini – dari 517 miliar menjadi 539 miliar shekel atau USD 148 miliar menjadi USD 154 miliar. Namun, ekonom setempat memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Israel tahun 2025 akan anjlok dari 4,3 menjadi 3,6 persen.
60.000 Perusahaan Israel Tutup
Bahkan, data perusahaan survei bisnis CofaceBDI mencatat, sekitar 60.000 perusahaan Israel tutup pada tahun 2024 karena kekurangan tenaga kerja, gangguan logistik, dan sentimen bisnis yang lesu.
Selain itu, kedatangan wisatawan terus menurun dari level sebelum Oktober 2023. Tren tersebut dapat memburuk jika terjadi perang besar dengan Iran.
Kerentanan ekonomi Israel juga disorot lembaga pemeringkat ekonomi global S&P Global Ratings mengeluarkan peringatan keras tentang kerentanan ekonomi Israel pada hari Selasa.
Badan tersebut menyatakan bahwa jika perang terhadap Iran berlanjut, dapat menyebabkan penurunan peringkat kredit Israel dari A menjadi A-. Jika itu terjadi, kemungkinan akan meningkatkan biaya pinjaman dan melemahkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Israel.