Ketika perang Iran-Israel memanas dalam beberapa hari terakhir, kondisi di Tel Aviv yang biasanya ramai kini kosong dan sunyi. Salah satu jalan utama di ibu kota Israel itu, Jalan Ibn Gabirol, juga lengang pada Minggu (15/6) sore.
Biasanya jalan tersebut sangat ramai, dipenuhi orang dan lalu lalang kendaraan, seperti dikutip dari Middle East Eye, Selasa (17/6).
Israel menyerang Iran pada Jumat (13/6), membunuh lebih dari 220 orang termasuk sejumlah komandan Garda Revolusi, ilmuwan nuklir, dan warga sipil (70 perempuan dan anak-anak). Beberapa jam kemudian pada Jumat malam, Teheran membalas serangan tersebut, menembakkan serentetan rudal ke Tel Aviv.
Israel kemudian menutup kafe, toko, sekolah, dan transportasi publik. Serangan Iran menewaskan 13 orang, menghancurkan sejumlah bangunan penting, termasuk Pelabuhan Haifa.
Pemerintah Israel juga melarang warganya kabur ke luar negeri. Menurut laporan media Israel, The Marker, orang-orang menyerbu toko-toko makanan sejak perang dimulai. Di sejumlah tempat juga mengalami kelangkaan bahan makanan seperti susu, telur, sayur, dan air minum kemasan.
"Ini adalah saat-saat paling bikin stres sejak perang dimulai," kata pasangan muda di Tel Aviv, Eitan dan Amit.
"Rudal-rudal itu seperti rolet Rusia. Sangat sulit untuk hidup di negara ini, tetapi saya percaya pada tentara dan masyarakat kami," Daniel, seorang ibu dari Tel Aviv.
Advertisement
Niv, seorang pelatih sepak bola dari Tel Aviv, mengatakan kepada Middle East Eye, begitu serangan Israel terhadap Iran diumumkan, ia dan pasangannya mengungsi ke rumah ibu pasangannya di luar Tel Aviv.
"Ini adalah perang yang lebih serius daripada sebelumnya dan tidak ada perlindungan di sebagian besar bangunan di Tel Aviv," katanya.
Niv mengatakan Iran telah "berhasil menimbulkan tekanan sehingga seluruh Tel Aviv kosong... Sekarang, warga dalam keadaan terkejut, tetapi dalam beberapa hari orang-orang akan kembali ke jalan."
“Ini pagi yang sangat, sangat sulit, kami sebenarnya ada di sini pada pukul 02.30 dini hari dalam sebuah pemandangan yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” kata wali kota Bat Yam, Tzvika Brot, dalam sebuah wawancara dengan Radio 103FM.
“Kehancuran itu benar-benar sesuatu yang belum pernah kami ketahui sebelumnya. Kehancuran besar-besaran, seperti dalam sebuah adegan dari sebuah film, Anda keluar dari mobil, jalan utama penuh debu, seperti bencana World Trade Center,” tambah Brot.
Kehancuran bangunan juga sangat besar di seluruh Israel akibat rudal-rudal Iran. Direktur Otoritas Pajak Israel, Shai Aharonovitch, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Ynet mengatakan masih belum bisa mengetahui total kerugian, tapi "kerusakannya sangat besar".
"Kerusakan mungkin sudah mencapai beberapa ratus juta shekel, dan saya memperkirakan sudah mencapai satu miliar shekel (USD286 juta) setelah pemboman sejauh ini," kata Aharonovitch.