DPR RI Dorong Industri Besar Masif Libatkan UMKM, Petani, dan Peternak Lokal
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta industri besar masif melibatkan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok bahan baku, mendorong perputaran ekonomi yang merata dan ketahanan industri nasional.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara tegas meminta industri-industri berskala besar untuk lebih masif dalam melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, serta peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan produksi mereka. Permintaan ini disampaikan untuk menciptakan perputaran ekonomi yang merata di seluruh lapisan masyarakat.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, di Gresik, Jawa Timur, pada Kamis (05/3), menyatakan bahwa perusahaan besar memiliki potensi menjadi off-taker bagi produk-produk UMKM. Keterlibatan ini diharapkan dapat menjadikan produk UMKM sebagai bahan baku utama, sehingga memperkuat rantai pasok lokal.
Langkah strategis ini dinilai krusial di tengah tantangan global, termasuk fluktuasi nilai mata uang dan dampak situasi geopolitik yang memengaruhi ketersediaan bahan baku industri makanan dan minuman. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, industri dapat menjaga keberlangsungan produksi sekaligus memberdayakan ekonomi kerakyatan.
Sinergi Industri Besar dan Potensi Lokal
Industri berskala besar memiliki peran vital dalam menggerakkan perekonomian nasional, dan salah satu caranya adalah dengan menjadikan produk UMKM sebagai bagian integral dari rantai pasok mereka. Erna Sari Dewi menyoroti bahwa dalam pelaksanaan produksi, kontribusi pelaku UMKM seharusnya memiliki persentase yang tinggi terhadap kegiatan operasional industri besar.
Sebagai contoh nyata, PT Garudafood Putra Putri Jaya di Gresik, Jawa Timur, telah menunjukkan komitmen masif dalam melibatkan UMKM, petani, dan peternak lokal. Melalui kunjungan Komisi VII DPR RI, terungkap bahwa Garudafood secara aktif bermitra dengan petani untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku kacang dan susu.
Staf Ahli Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKopUKM) Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, menegaskan bahwa industri wajib bermitra, membina, dan memberdayakan UMKM. Kemitraan ini penting untuk menghasilkan agregasi pertumbuhan ekonomi yang baik dan berkelanjutan di tingkat lokal.
Reghi Perdana juga memuji program Garudafood yang mendukung keterlibatan UMKM, petani, dan peternak dalam pemenuhan bahan baku seperti garam, kacang, dan susu untuk produk makanan dan minuman mereka. Ini menjadi model kemitraan yang patut dicontoh oleh industri lain.
Ketahanan Bahan Baku di Tengah Gejolak Ekonomi
Direktur Supply Chain and Procurement PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Johanes Setiddharma, menjelaskan upaya perusahaannya dalam membina petani. Mereka telah membimbing petani untuk menanam komoditas kacang tanah di lahan seluas 200 hektare, memastikan pasokan bahan baku berkualitas sesuai standar industri.
Selain itu, pihaknya juga membina peternak sapi perah agar mampu menghasilkan susu berkualitas tinggi, dengan rata-rata produksi mencapai tiga liter per ekor per hari. Program pembinaan ini telah berhasil di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dan kini sedang dikembangkan untuk peternak di Boyolali, Jawa Tengah.
Langkah masif ini diambil sebagai respons terhadap tantangan industri makanan dan minuman yang kini menghadapi kendala bahan baku. Fluktuasi nilai mata uang akibat dampak situasi geopolitik global telah menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan pasokan.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menambahkan bahwa fluktuasi mata uang memang menyulitkan industri makanan dan minuman dalam mendapatkan pasokan bahan baku esensial seperti minyak dan garam. Oleh karena itu, melibatkan potensi lokal menjadi solusi strategis.
Peran Pemerintah dalam Integrasi Potensi Lokal
Bambang Haryo Soekartono menekankan bahwa industri harus terus bergerak karena makanan dan minuman adalah produk yang sangat digemari masyarakat. Mengoptimalkan potensi lokal, seperti UMKM, petani, dan peternak, merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjaga keberlangsungan pasokan dan produksi.
Lebih lanjut, Bambang berharap pemerintah dapat memberikan dukungan penuh dan mengintegrasikan secara lebih berkelanjutan antara industri berskala besar dengan potensi lokal. Sinergi ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.
Komisi VII DPR RI juga menyampaikan harapan agar ada dukungan pemerintah, terutama dalam mengintegrasikan semua pihak terkait. Sebagai contoh, Bambang menyebutkan perlunya koordinasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKP) dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memastikan garam lokal dapat menjadi garam industri yang berkualitas.
Integrasi dan dukungan pemerintah ini diharapkan dapat mengatasi berbagai hambatan, mulai dari standarisasi produk hingga akses pasar, sehingga potensi UMKM, petani, dan peternak lokal dapat dimaksimalkan secara optimal untuk kemajuan industri nasional.
Sumber: AntaraNews