Diskum Batam Gencarkan Upaya UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan dan Perizinan
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam terus berupaya membuat UMKM naik kelas melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi perizinan, dan perluasan akses permodalan yang menarik.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Kepulauan Riau, secara aktif berupaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat "naik kelas". Upaya ini dilakukan melalui serangkaian program komprehensif, termasuk pembinaan dan pelatihan intensif.
Sepanjang tahun 2025, Diskum Batam telah berhasil membina lebih dari 200 pelaku usaha mikro, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Selain itu, fasilitasi perizinan dan perluasan akses permodalan juga menjadi fokus utama dalam strategi ini.
Kepala Diskum Batam, Salim, menjelaskan bahwa program-program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM lokal. Tujuannya adalah agar UMKM di Batam tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing dan berkembang di pasar yang lebih luas.
Strategi Pembinaan dan Fasilitasi Perizinan UMKM
Diskum Batam gencar melaksanakan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) untuk pengembangan usaha mikro. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas produk dan manajemen para pelaku usaha.
Fasilitasi perizinan juga menjadi prioritas, meliputi pengurusan Nomor Izin Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikasi halal. Hal ini penting untuk legalitas dan daya saing produk UMKM di pasar.
Salim menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari strategi Diskum Batam untuk membantu usaha mikro naik kelas. Dengan legalitas yang lengkap, UMKM dapat lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas dan memenuhi standar kualitas yang diperlukan.
Akses Permodalan dan Tantangan Program Bantuan
Selain penguatan kapasitas, Diskum Batam juga memfasilitasi akses permodalan bagi UMKM di tingkat kota. Pelaku usaha dapat memanfaatkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) atau UPTD Dana Bergulir untuk pinjaman hingga Rp150 juta dengan agunan.
Wali Kota Batam juga memiliki program prioritas berupa bantuan modal Rp20 juta tanpa bunga dan tanpa agunan khusus untuk usaha mikro. Program ini bertujuan meringankan beban modal awal bagi pelaku usaha kecil dan mendorong pertumbuhan mereka.
Namun, program bantuan modal tanpa agunan ini menghadapi tantangan dalam seleksi, seperti yang diungkapkan Salim. Dari 1.105 pemohon pada Juni hingga Desember 2025, hanya 19 usaha mikro yang akhirnya lolos akad pembiayaan.
Diskum Batam berencana memperluas kerja sama dengan bank-bank daerah pada tahun 2026, tidak hanya terbatas pada bank Himbara. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan dan mempermudah proses seleksi bagi UMKM.
Peran PLUT dan Promosi Produk Lokal
Diskum Batam secara aktif memfasilitasi promosi produk UMKM melalui berbagai acara seperti pameran, bazar, dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas dan membuka peluang kemitraan baru.
Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Batam berperan sebagai pusat pendampingan terpadu bagi pelaku UMKM. Di PLUT, tersedia layanan desain dan cetak kemasan, pendampingan perizinan, serta konsultasi usaha.
PLUT juga menyediakan etalase display untuk produk-produk UMKM binaan, membantu mereka mendapatkan visibilitas yang lebih baik. Diskum Batam mencatat ada 2.375 UMKM binaan yang tersebar di berbagai sektor, termasuk makanan, fesyen, dan ekonomi kreatif.
Meskipun demikian, diperkirakan total UMKM di Batam mencapai sekitar 40 ribu unit, menunjukkan potensi besar yang perlu terus didukung. Pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM yang naik kelas dan mampu bersaing di era digital.
Sumber: AntaraNews