Pemkot Batam Gencarkan Pengecekan NIB UMKM Batam Baru di Bazar Ramadhan 1447 H
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam gencar melakukan pengecekan NIB UMKM Batam baru di Bazar Ramadhan 1447 H, memastikan legalitas usaha dan mendorong pelaku UMKM naik kelas.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Kepulauan Riau, mengambil langkah proaktif dengan melakukan pengecekan Nomor Induk Berusaha (NIB) terhadap pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru. Pengecekan ini difokuskan pada UMKM yang bermunculan selama bulan puasa, khususnya di lokasi Bazar Ramadhan 1447 H. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan legalitas dan mendorong pertumbuhan usaha mikro di Batam.
Kepala Diskum Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa momen Ramadhan seringkali menjadi pemicu munculnya berbagai usaha mikro musiman. Contohnya adalah pedagang angkringan dan lapak takjil yang ramai menjajakan dagangannya. Oleh karena itu, Diskum Batam secara langsung turun ke lapangan untuk memeriksa usaha-usaha baru ini di beberapa lokasi strategis.
Pengecekan NIB ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memfasilitasi UMKM agar dapat naik kelas. Selain memastikan legalitas, Diskum Batam juga memberikan dukungan penuh bagi pelaku usaha yang belum memiliki NIB. Mereka difasilitasi dalam proses pembuatan NIB melalui layanan jemput bola dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Menyapa.
Pentingnya NIB untuk Legalitas Usaha Mikro di Batam
Legalitas usaha menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan dan pengembangan UMKM. Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas tunggal yang wajib dimiliki setiap pelaku usaha di Indonesia. Diskum Kota Batam memahami betul urgensi ini, terutama bagi para pelaku usaha musiman yang baru memulai aktivitasnya.
Dari hasil pendataan lapangan, Diskum Kota Batam telah mengecek sekitar 85 pelaku usaha. Mereka memastikan bahwa para pelaku usaha ini memiliki NIB yang sah. Bagi UMKM yang belum memiliki NIB, Diskum Batam tidak hanya mengidentifikasi, tetapi juga langsung memfasilitasi proses pembuatannya.
Fasilitasi ini dilakukan melalui layanan jemput bola, di mana petugas Diskum mendatangi langsung lokasi usaha. Selain itu, Diskum juga mengoperasikan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Menyapa. Melalui PLUT ini, konsultan usaha turun langsung ke lapangan untuk membantu pelaku usaha dalam pengurusan legalitas.
Salim menegaskan bahwa tahap pengurusan NIB ini sangat krusial sebagai indikator awal UMKM naik kelas. Usaha yang sebelumnya tidak punya NIB, difasilitasi sampai terbit NIB-nya. Hal ini sudah termasuk indikator naik kelas bagi UMKM di Batam.
Strategi Diskum Batam Dorong UMKM Naik Kelas
Indikator UMKM naik kelas tidak hanya terbatas pada kepemilikan NIB atau peningkatan omzet semata. Diskum Kota Batam memiliki strategi komprehensif untuk mendorong UMKM agar berkembang lebih jauh. Mereka memandang bahwa inovasi produk, peningkatan produksi, dan kelengkapan perizinan usaha adalah faktor-faktor penentu lainnya.
Selain legalitas NIB, Diskum juga memfasilitasi berbagai sertifikasi penting lainnya. Ini termasuk sertifikasi halal yang penting untuk produk makanan dan minuman, serta sertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin keamanan produk. Dukungan ini juga mencakup penguatan produk agar memiliki daya saing lebih tinggi.
Hingga tahun 2025, Diskum Kota Batam mencatat total 2.402 UMKM binaan. Jumlah ini terus diverifikasi secara rutin untuk memastikan keberlanjutan usaha. Setiap bulan, Diskum menargetkan 20 hingga 25 UMKM untuk diverifikasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa usaha-usaha tersebut masih aktif dan terus berkembang.
Verifikasi rutin ini memungkinkan Diskum untuk memberikan pendampingan yang tepat sasaran. Dengan demikian, UMKM binaan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksinya. Program ini menunjukkan komitmen Pemkot Batam dalam menciptakan ekosistem usaha yang kondusif.
Kisah Sukses UMKM Binaan Diskum Batam
Upaya Diskum Kota Batam dalam membina UMKM telah membuahkan hasil nyata. Salah satu contoh sukses adalah Toteles, sebuah pelaku usaha jajanan pasar dan roti di Batam. Toteles awalnya merupakan UMKM binaan Diskum yang kini telah berkembang pesat.
Perjalanan Toteles menunjukkan bagaimana dukungan pemerintah dapat mengubah skala usaha. Dari UMKM kecil, Toteles kini telah memiliki modal di atas Rp2 miliar. Selain itu, usaha ini juga berhasil membuka sejumlah gerai di berbagai lokasi di Kota Batam.
Kisah Toteles menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Batam untuk terus berinovasi dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah. Keberhasilan ini juga membuktikan efektivitas program Diskum dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Sumber: AntaraNews