China Larang Bank Tawarkan Boneka Labubu, Ini Alasannya
Pemerintah China menilai praktik seperti ini berisiko membebani keuangan bank.
Pemerintah China resmi melarang bank-bank domestik menawarkan hadiah berupa boneka Labubu dan barang lainnya untuk menarik nasabah baru. Kebijakan ini diterapkan di tengah persaingan ketat antarbank akibat menurunnya suku bunga dan margin keuntungan.
"Larangan ini diberlakukan oleh cabang Badan Regulasi Keuangan Nasional (NFRA) di Provinsi Zhejiang, yang meminta bank-bank lokal agar tidak lagi menawarkan fasilitas yang dianggap tidak pantas dalam upaya menghimpun dana masyarakat," tulis Bloomberg dikutip Rabu (11/6)
Bloomberg melaporkan bahwa kebijakan ini merupakan tanggapan atas promosi viral dari Ping An Bank. Bank yang berbasis di Shenzhen tersebut sempat menggelar promosi dengan menawarkan boneka Labubu buatan Pop Mart kepada nasabah baru yang menyetorkan dana minimal 50.000 yuan (sekitar Rp114 juta) selama tiga bulan.
Pemerintah China menilai praktik seperti ini berisiko membebani keuangan bank. Hadiah yang diberikan, seperti Boneka Labubu, beras, alat rumah tangga kecil, atau keanggotaan daring, dianggap menambah biaya operasional dan menekan margin keuntungan, yang kini berada pada titik terendah dalam sejarah.
"Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengurangi insentif masyarakat untuk menabung secara berlebihan," sebut Bloomberg.
Diketahui, kampanye Ping An Bank menarik perhatian besar di platform media sosial lokal seperti Xiaohongshu. Melalui saluran resmi negara, pemerintah menegaskan bahwa strategi pemasaran semacam itu bukan solusi berkelanjutan bagi sektor perbankan nasional.
Boneka Labubu merupakan karakter berbulu dengan senyum bergigi tajam pertama kali dirilis pada 2019 dan menjadi barang koleksi populer setelah tampil di tas tangan Lisa dari BLACKPINK dan Rihanna. Karakter ini diciptakan oleh Kasing Lung, seniman asal Hong Kong yang besar di Belanda, dan terinspirasi dari mitologi Nordik.