Bulog Siap Terapkan Beras Satu Harga di Indonesia, tapi Ada Syaratnya
Ia menambahkan bahwa target ini merupakan salah satu sasaran jangka pendek Bulog untuk menstabilkan harga beras.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa Bulog berencana untuk menerapkan harga beras yang seragam di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Langkah ini diharapkan dapat menyamaratakan harga beras medium SPHP di tingkat pengecer secara nasional.
"Dari Sabang sampai Merauke, Insyaallah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP, dari Sabang sampai Merauke harganya satu harga," jelas Ahmad dalam konferensi pers pada Jumat (9/1).
Ia menambahkan bahwa target ini merupakan salah satu sasaran jangka pendek Bulog untuk menstabilkan harga beras serta meningkatkan daya beli masyarakat. Ahmad berharap, melalui pencapaian ini, Bulog dapat mengikuti jejak PT Pertamina (Persero) yang sejak 2016 berhasil melaksanakan program BBM satu harga secara nasional.
"Seperti juga Pertamina. Pertamina juga dari Sabang sampai Merauke satu harga, Bulog juga harga berasnya satu. Kami mohon doa restunya," imbuhnya.
Ahmad juga menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan harga beras yang seragam sangat bergantung pada kemampuan Bulog dalam menyerap beras dari petani yang ditargetkan mencapai 4 juta ton tahun ini. Jika serapan tersebut optimal, cadangan beras pemerintah diharapkan dapat berfungsi sebagai instrumen utama dalam mengintervensi dan mengendalikan harga beras.
"Dari target serapan 4 juta ton ini, harapannya nanti adalah ekspor (beras), dan yang kedua, potensi ke depan adalah harga beras bisa menjadi satu harga," imbuhnya.
Ahmad optimis bahwa target serapan tersebut dapat tercapai karena hasil panen beras Indonesia tahun ini diperkirakan stabil.
Produksi Beras Indonesia
Berdasarkan proyeksi dari Badan Pangan Nasional, diperkirakan bahwa produksi beras Indonesia pada tahun 2026 akan mencapai 34,7 juta ton. Angka ini cukup sebanding dengan capaian produksi pada tahun sebelumnya, menunjukkan stabilitas dalam sektor pertanian beras di Indonesia.
"Total stok beras Bulog di tanah air saat ini adalah 3,35 juta ton. Insyaallah stok ini akan terus bertambah, karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian," tutupnya.
Hal ini menunjukkan optimisme dalam pengelolaan stok pangan, yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dan menjaga ketahanan pangan nasional.