Bukti Ekonomi Amerika Serikat Ambruk, Jauh Sebelum Perang Dagang dengan China
PDB riil AS diperkirakan akan melambat tajam pada kuartal pertama 2025.
Setelah mencatatkan pertumbuhan stabil sepanjang tahun 2024, ekonomi terbesar di dunia mengalami penurunan momentum pada awal tahun 2025. Defisit perdagangan AS membengkak akibat meningkatnya impor, yang dipicu oleh kebijakan tarif yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Berdasarkan perkiraan awal pemerintah AS, produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama 2025 diperkirakan hanya tumbuh 0,4% secara tahunan. Angka ini merupakan yang terlemah dalam hampir tiga tahun terakhir. PDB yang hampir stagnan menambah kekhawatiran publik terkait potensi resesi dan dampak negatif terhadap pasar kerja.
Namun, meskipun laju perekrutan sedikit melambat, laporan terbaru menunjukkan bahwa belum ada tanda-tanda PHK massal. Laporan ketenagakerjaan yang dirilis pada hari Jumat diperkirakan menunjukkan tambahan 130.000 lapangan pekerjaan pada bulan Maret 2025, sekitar 100.000 lebih sedikit dari perkiraan bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap bertahan pada 4,2%.
Pada hari Rabu, data PDB akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai dampak awal tarif perdagangan dan kebijakan yang diterapkan pada periode awal kepresidenan Trump, menjelang penerapan tarif lebih luas yang diumumkan pada 2 April 2025.
Perkiraan Bloomberg Economics
“PDB riil AS diperkirakan akan melambat tajam pada kuartal pertama 2025, menjadi 0,4% dari 2,4% pada kuartal terakhir 2024. Defisit perdagangan akan menjadi hambatan utama, karena bisnis meningkatkan impor sebelum tarif baru diberlakukan,” kata para ekonom Bloomberg.
Di sisi lain, meskipun konsumsi domestik meningkat, para konsumen terlihat lebih berhati-hati dalam pengeluaran mereka karena kekhawatiran terhadap stabilitas pekerjaan. Ekonom memperkirakan pengeluaran konsumen pada bulan Maret akan mengalami peningkatan, meskipun pertumbuhan pendapatan diperkirakan lebih rendah.
Laporan penting lainnya yang dijadwalkan pekan depan akan mencakup data pengeluaran konsumsi pribadi dan pendapatan pribadi pada akhir kuartal pertama, serta pengukuran inflasi yang lebih disukai oleh Federal Reserve.
Perekonomian Global
Di luar AS, para ekonom juga memantau perkembangan ekonomi di kawasan Eropa, Asia, dan Amerika Latin. Data yang dirilis di zona Euro diperkirakan menunjukkan bahwa inflasi mulai melambat, dengan kenaikan harga konsumen diperkirakan turun menjadi 2,1% pada April 2025. Bank Sentral Eropa (ECB) juga diperkirakan akan terus mempertahankan kebijakan moneternya tanpa perubahan signifikan.
Sementara itu, di Asia, China diperkirakan akan melaporkan data produksi industri yang lebih baik dari ekspektasi, meskipun ketegangan perdagangan dengan AS tetap memberikan dampak negatif pada ekspor dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Di Jepang, Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan mereka karena dampak tarif dan ketidakpastian perdagangan.
Di Amerika Latin, Brazil akan merilis sejumlah indikator ekonomi, termasuk data inflasi dan transaksi berjalan. Ekonom juga memperkirakan bahwa kondisi perekonomian di Meksiko mungkin menunjukkan tanda-tanda resesi setelah tumbuh sangat lambat pada kuartal pertama 2025.