BSI Dukung UMKM Kalsel dengan Porsi Khusus, Lebih 2 Juta Nasabah di Kalimantan!
Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen penuh untuk BSI Dukung UMKM Kalsel melalui berbagai program syariah dan pelatihan, mendorong mereka naik level ke pasar nasional dan internasional.
Bank Syariah Indonesia (BSI) menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian maksimal kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Komitmen ini disampaikan dalam gelaran BSI Media Gathering 2025 yang berlangsung di Banjarmasin pada Jumat, 18 Oktober.
Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, menyatakan bahwa BSI memiliki porsi khusus untuk pengembangan UMKM di wilayah tersebut. Pendekatan syariah menjadi pembeda utama dalam setiap program yang ditawarkan kepada para pelaku usaha. "Kami memiliki konsep syariah, itu yang membedakan dari bank konvensional lainnya," ujarnya.
Bantuan modal dan dukungan lainnya bagi UMKM dilakukan dengan akad jual beli atau bagi hasil, sesuai prinsip syariah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keadilan yang lebih besar bagi UMKM dalam setiap transaksi keuangan. "Ini konsep syariah yang lebih adil untuk UMKM," tambahnya.
Komitmen BSI dalam Pengembangan UMKM Berbasis Syariah
Sefudin Suria Hidayat menjelaskan bahwa konsep syariah menjadi landasan utama BSI dalam mendukung UMKM. Ini membedakan BSI dari bank konvensional lainnya, dengan fokus pada keadilan dan keberkahan. BSI ingin memastikan bahwa setiap bantuan modal yang diberikan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
BSI menawarkan berbagai produk untuk mendukung UMKM, mulai dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pembiayaan usaha mikro dan menengah. Produk-produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam UMKM di Kalsel. Dengan demikian, akses permodalan menjadi lebih mudah dijangkau bagi pelaku usaha.
Di Provinsi Kalsel, BSI telah membina cukup banyak UMKM, dengan portofolio mencapai Rp18 triliun. Lebih dari 20 persen dari total portofolio tersebut dialokasikan untuk segmen UMKM. "Di Provinsi Kalsel ini sudah cukup banyak UMKM kita bina, sebab kita memiliki portofolio Rp18 triliun, lebih 20 persen masuk pada segmen UMKM," tegas Sefudin.
Mendorong UMKM Kalsel Naik Level ke Pasar Global
BSI tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga ingin mendorong UMKM di Kalsel untuk naik level. Tujuannya adalah agar UMKM tidak hanya bersaing di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga mancanegara. Ini merupakan bagian dari visi jangka panjang BSI dalam memajukan ekonomi daerah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, BSI akan memprogramkan berbagai pelatihan dan pendampingan yang relevan. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM dalam mengelola usaha mereka secara profesional. "Karenanya kami juga akan memprogram pelatihan dan lainnya untuk membantu UMKM meningkatkan level tersebut," jelas Sefudin.
Sefudin menambahkan bahwa BSI di Pulau Borneo, termasuk Kalsel, memiliki lebih dari 2 juta nasabah. Mayoritas nasabah tersebut berasal dari Provinsi Kalsel, menunjukkan potensi besar di wilayah ini. Perhatian tinggi diberikan untuk meningkatkan literasi keuangan dan perbankan syariah di Kalsel. "Kami juga selalu ingin bersinergi dan bermitra yang baik dengan media massa untuk publik semua program ke masyarakat," tutupnya.
Sumber: AntaraNews