Tahukah Anda? BI Gandeng 7 Bank untuk Perkuat Pembiayaan UMKM Sulawesi Tengah, Dorong Produk Unggulan!

Bank Indonesia (BI) menggandeng tujuh perbankan untuk memperluas akses Pembiayaan UMKM Sulawesi Tengah, bertujuan menguatkan ketahanan usaha dan mendorong produk unggulan. Simak strategi lengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? BI Gandeng 7 Bank untuk Perkuat Pembiayaan UMKM Sulawesi Tengah, Dorong Produk Unggulan!
Bank Indonesia Sulawesi Tengah gandeng tujuh perbankan untuk memperluas akses pembiayaan UMKM, demi ketahanan usaha dan peningkatan produksi. Bagaimana dampaknya bagi ekonomi daerah? (AntaraNews)

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan melibatkan tujuh perbankan terkemuka untuk memperluas akses pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah. Inisiatif ini bertujuan utama memperkuat ketahanan usaha para pelaku UMKM lokal. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi dan membantu UMKM naik kelas ke level yang lebih tinggi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah, M. Irfan Sukarna, menyatakan pembiayaan yang mudah adalah kunci utama memajukan sektor UMKM. Keterlibatan perbankan ini menjadi bagian integral dari upaya BI menjaga stabilitas ekonomi daerah. Pemberdayaan UMKM juga merupakan tanggung jawab BI untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Kolaborasi ini melibatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tengah, BNI, BRI, Mandiri, BSI, BCA, dan BTN. Dengan dukungan perbankan ini, UMKM di Sulteng diharapkan dapat lebih tangguh menghadapi tantangan bisnis. Program ini juga selaras dengan tugas utama BI dalam menjaga stabilitas rupiah dan sistem keuangan.

Strategi BI dalam Memperkuat UMKM Sulawesi Tengah

Bank Indonesia (BI) secara aktif menjalankan perannya dalam memperkuat sektor UMKM di Sulawesi Tengah. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait lainnya. Upaya ini merupakan bentuk gerakan kolektif untuk memajukan sektor UMKM yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

M. Irfan Sukarna menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM adalah salah satu tanggung jawab BI dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. "Memajukan UMKM harus ditopang dengan akses pembiayaan yang mudah, supaya mereka lebih kuat dalam meningkatkan produksi dan bisa naik kelas ke level lebih tinggi," ujarnya. Akses pembiayaan yang mudah menjadi prioritas agar UMKM memiliki modal yang cukup. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi produk.

Saat ini, KPwBI Sulawesi Tengah membina 172 UMKM yang tersebar di 13 kabupaten/kota di seluruh Sulteng. Para pelaku usaha ini terus mendapatkan pendampingan intensif dari BI. Pendampingan ini krusial untuk memastikan UMKM tangguh menghadapi berbagai tantangan bisnis dan ekonomi yang dinamis.

Peran Perbankan dan Dukungan Program BI

Tujuh perbankan yang terlibat dalam kemitraan ini diharapkan dapat secara langsung membantu meningkatkan nilai produksi usaha UMKM. Bank-bank tersebut meliputi BPD Sulawesi Tengah, BNI, BRI, Mandiri, BSI, BCA, dan BTN. Keterlibatan mereka menjadi jembatan bagi UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih luas dan terjangkau.

Selain itu, BI juga memiliki program tahunan bernama Karya Kreatif Sulawesi Tengah (KKST). Program ini berfungsi sebagai apresiasi bagi pelaku usaha yang berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah. KKST juga menjadi platform penting bagi UMKM/UKM untuk mempromosikan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas.

Dukungan BI tidak hanya berhenti pada pendampingan dan kemitraan perbankan. Berdasarkan data Bank Indonesia, insentif likuiditas makro prudensial untuk sektor UMKM secara nasional telah mencapai Rp77 triliun hingga Agustus 2025. Khusus untuk usaha mikro, insentif yang diberikan mencapai Rp21 triliun, menunjukkan komitmen BI dalam mendukung sektor ini.

Optimalisasi Sistem Pembayaran Digital dengan QRIS

Bank Indonesia juga terus berupaya memperkuat dan mempermudah sistem pembayaran digital bagi UMKM melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sistem ini telah diterapkan secara luas kepada UMKM dan berbagai sektor strategis lainnya. Kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional UMKM.

Pertumbuhan penggunaan QRIS di Sulawesi Tengah menunjukkan angka yang sangat positif, mencapai 101,8 persen. Tercatat, ada 20,9 juta transaksi yang dilakukan menggunakan QRIS di wilayah tersebut. Saat ini, terdapat sekitar 352 ribu pengguna aktif QRIS di Sulawesi Tengah, yang berkontribusi pada ekosistem pembayaran digital.

Secara nasional, jumlah pengguna aktif QRIS telah mencapai sekitar 60 juta, menunjukkan adopsi yang masif. Peningkatan penggunaan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi belanja, tetapi juga membantu UMKM dalam pencatatan keuangan. Inisiatif ini mendukung inklusi keuangan dan modernisasi sistem pembayaran di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi