BI Optimistis Ekspor Indonesia Tetap Kuat di Tengah Tarif Global
Bank Indonesia optimistis ekspor Indonesia tetap kuat meski dihantui ketidakpastian tarif global. Investasi dan konsumsi diprediksi ikut tumbuh.
Bank Indonesia (BI) menilai prospek ekspor Indonesia masih menjanjikan meski ketidakpastian perdagangan global, terutama terkait tarif, masih menjadi tantangan.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter BI, Juli Budi Winantya, mengatakan posisi tarif Indonesia dan mitra dagang utama relatif lebih rendah dibandingkan negara lain. Kondisi ini dinilai mampu menjaga daya saing ekspor nasional.
“Dalam jangka pendek, ketidakpastian tarif masih ada. Tetapi tarif Indonesia relatif rendah, begitu juga dengan mitra dagang utama, termasuk Eropa. Karena itu, kami yakin ekspor akan tetap baik,” kata Juli dalam media briefing BI di Yogyakarta, Jumat (22/8).
Meski begitu, ia mengingatkan masih ada risiko tambahan berupa tarif transhipment yang bisa memengaruhi arus perdagangan.
Dorong Investasi dan Konsumsi
Selain ekspor, BI menilai tren tarif yang lebih kompetitif akan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional secara luas. Jika ekspor menguat, maka investasi dan konsumsi rumah tangga diproyeksikan ikut terdorong.
“Kalau ekspor menguat, maka investasi dan konsumsi rumah tangga juga akan lebih baik,” ujar Juli.
Untuk menopang daya saing sekaligus menjaga stabilitas, BI telah menempuh sejumlah kebijakan, termasuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebanyak empat kali sejak awal tahun. Langkah ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi.
Cermati Ruang Penurunan BI Rate
Lebih lanjut, Juli menegaskan BI masih terus mencermati ruang penurunan BI Rate ke depan. Kebijakan moneter ini, menurutnya, dijalankan secara hati-hati dengan memperhatikan dinamika inflasi dan stabilitas nilai tukar.
“Pak Gubernur menyampaikan bahwa BI terus mencermati ruang penurunan BI Rate untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan kombinasi strategi ekspor, kebijakan moneter, serta dorongan investasi dan konsumsi, BI optimistis perekonomian Indonesia dapat tumbuh lebih kuat meskipun ketidakpastian global masih berlangsung.