Berkah Ramadan: UMKM Dodol Betawi di Bekasi Banjir Orderan hingga 10 Kali Lipat
UMKM Dodol Betawi di Kabupaten Bekasi mengalami lonjakan pesanan signifikan selama Ramadhan 1447 H, dengan produksi yang meningkat drastis untuk memenuhi permintaan konsumen yang tinggi.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produksi dodol khas Betawi di Kabupaten Bekasi tengah mengalami lonjakan pesanan signifikan. Sejak awal Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, para pelaku usaha di Kampung Ceger, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, kebanjiran orderan konsumen. Peningkatan ini membuat mereka harus meningkatkan kapasitas produksi secara drastis untuk memenuhi permintaan pasar.
Salah satu produsen, Wulan (39), mengungkapkan bahwa dapur produksinya nyaris tidak pernah sepi sejak awal Ramadhan akibat jumlah pesanan yang meningkat tajam dibandingkan hari normal. Kondisi serupa juga dirasakan oleh Dobleh (62), produsen rumahan dodol Betawi lainnya.
Momentum Ramadhan setiap tahunnya selalu mendatangkan keberkahan bagi para pengusaha dodol ini. Mereka bersiap menghadapi puncak penjualan yang biasanya terjadi pada 10 hari terakhir menjelang Lebaran, menunjukkan potensi besar produk lokal di tengah perayaan hari besar keagamaan.
Lonjakan Produksi dan Varian Rasa Unggulan
Wulan (39), salah satu produsen dodol Betawi di Kampung Ceger, mengungkapkan bahwa pesanan untuk Ramadhan melonjak drastis. Peningkatan ini mencapai hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasa, menandakan tingginya antusiasme konsumen menjelang perayaan Idul Fitri.
Untuk memenuhi permintaan yang masif ini, Wulan telah meningkatkan kapasitas produksinya hingga 100 persen. Ia mengoperasikan lima kuali besar, dengan masing-masing kuali mampu menampung 90 kilogram adonan, sehingga menghasilkan 450 kilogram dodol setiap harinya.
Secara keseluruhan, Wulan memperkirakan total produksi dodolnya dapat mencapai 12 ton selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri. Puncak penjualan biasanya terjadi pada 10 hari terakhir sebelum Lebaran, momen krusial bagi UMKM dodol Betawi ini.
Wulan juga menawarkan beragam varian rasa untuk menarik minat konsumen. Selain dodol original yang klasik, tersedia pula varian cokelat dan ketan hitam. Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas.
Dobleh, Penambahan Pekerja, dan Omzet Berkah Ramadan
Kondisi serupa juga dialami oleh Dobleh (62), produsen rumahan UMKM dodol Betawi lainnya. Ia mengaku mengalami peningkatan jumlah pesanan secara bertahap sejak awal Ramadhan, sebuah keberkahan yang selalu dinanti setiap tahunnya.
Dobleh turut mengoperasikan lima kuali besar, dengan kapasitas masing-masing 80 kilogram adonan, untuk mengimbangi lonjakan permintaan. Produksi selama Ramadhan jelas jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa, menunjukkan efisiensi dalam skala besar.
Guna memastikan kelancaran produksi dan menjaga kualitas, Dobleh bahkan harus menambah jumlah pekerja dari semula hanya empat orang menjadi 10 hingga 20 orang. Mereka bertugas mengaduk adonan selama delapan jam penuh secara bergantian.
Dodol buatan Dobleh juga sangat bervariasi, meliputi dodol merah, dodol hitam, wijen, hingga dodol wajik. Salah satu varian yang menjadi primadona pembeli adalah dodol rasa durian, menawarkan cita rasa unik dan digemari.
Meskipun produksi meningkat, Dobleh memastikan harga jual dodolnya tetap stabil. Ia mematok harga antara Rp45.000 sampai Rp50.000 per kilogram untuk kualitas super, relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sumber: AntaraNews