Berkah Ramadan: UMKM Kue Kering Bone Bolango Banjir Pesanan Jelang Idul Fitri
UMKM Kue Kering Bone Bolango di Sentra Kue Karawo alami lonjakan pesanan drastis selama Ramadan 1447 Hijriah, penuhi kebutuhan hidangan Idul Fitri dan perluas pasar hingga kota besar.
Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kue kering di Sentra Kue Karawo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mengalami lonjakan pesanan yang signifikan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Peningkatan permintaan ini menjadi berkah tersendiri bagi para pengusaha lokal menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Permintaan yang meningkat tajam ini mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka secara drastis. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan konsumen yang sedang mempersiapkan berbagai hidangan khas untuk menyambut momen Lebaran.
Situasi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan para UMKM, tetapi juga memperlihatkan potensi besar produk lokal Gorontalo. Kue kering dari Bone Bolango kini semakin dikenal luas, bahkan hingga ke luar daerah.
Lonjakan Pesanan yang Signifikan
Salah seorang pelaku UMKM, Septi Viana Katili, mengungkapkan bahwa jumlah pesanan kue kering pada bulan Ramadan tahun ini melonjak drastis dibandingkan hari biasa. Peningkatan ini sangat mencolok dan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan usahanya.
Septi menjelaskan, pada bulan-bulan biasa di luar Ramadan, pesanan kue kering yang diterimanya berkisar sekitar 200 stoples per bulan. Namun, selama Ramadan tahun ini, jumlah pesanan melonjak hingga sekitar 3.000 stoples.
Menurut Septi, meningkatnya permintaan yang luar biasa ini terjadi karena masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut Idul Fitri. Kue kering merupakan salah satu hidangan wajib yang biasanya disajikan kepada keluarga dan tamu saat lebaran.
Sentra Kue Karawo dan Ragam Produk Unggulan
Di Sentra Kue Karawo Bone Bolango sendiri, terdapat sekitar 35 pelaku UMKM yang tergabung dan aktif memproduksi berbagai jenis kue kering. Sentra ini menjadi pusat inovasi dan produksi kuliner khas daerah.
Beragam varian kue diproduksi di tempat tersebut, mulai dari kue karawo yang merupakan ciri khas daerah, tiramisu, cokelat, tulip, hingga berbagai jenis kue kering lainnya yang diminati masyarakat. Kualitas dan rasa menjadi prioritas utama.
Harga kue kering yang dijual juga bervariasi, tergantung jenis dan ukuran stoples yang dipilih oleh konsumen. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga mulai dari Rp50 ribu hingga Rp350 ribu per stoples, menawarkan pilihan yang beragam.
Ekspansi Pasar dan Harapan UMKM
Produk kue kering dari sentra UMKM Bone Bolango tidak hanya dipasarkan di wilayah Provinsi Gorontalo. Jangkauan pasar mereka telah meluas hingga ke luar daerah, menunjukkan potensi ekonomi yang besar.
Beberapa pesanan bahkan telah dikirim ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Manado, Kendari, Makassar, hingga Jakarta. Ini membuktikan daya saing produk lokal di pasar nasional.
Septi Viana Katili menyatakan bahwa meningkatnya pesanan saat Ramadan menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM. Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal Gorontalo.
Dengan meningkatnya permintaan setiap tahun, para pelaku usaha berharap sentra UMKM tersebut dapat terus berkembang. Mereka bercita-cita agar Sentra Kue Karawo menjadi salah satu pusat produksi kue kering unggulan di daerah, bahkan di tingkat nasional.
Sumber: AntaraNews